Belajar di Sekat Triplek, Atap Mau Runtuh: Nasib Sekolah di Ujung Penengahan Lampung Selatan

Anak-anak melihat atap kelas yang bolong
Sumber :
  • Foto Dokumentasi (Adji)

Lampung – Potret memprihatinkan kondisi pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Lampung Selatan

img_title Wali Kota Eva Dwiana Bersama Kajati Lampung Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SD dan SMP Bandar Lampung

 

Salah satu ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Penengahan (Kelas Jauh) yang berada di Dusun Gunung Botol, Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan terpantau rusak parah dan tak pernah diperbaiki selama belasan tahun.

img_title Bantu Ringankan Beban Orang Tua Jelang Masuk Sekolah, NasDem Lampung Selatan Gelar Aksi Cukur Rambut Gratis

Rencana Sekolah

Photo :
  • Foto Dokumentasi Adji

 

img_title Hanya Dua Murid Baru, SD Negeri di Bandar Lampung Tetap Gelar MPLS

Kondisi tersebut diketahui usai konten kreator asal Lampung, Ummu Hani, melakukan peninjauan langsung ke sekolah tersebut.

 

“Saya kaget kenapa ada ruangan sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan dibiarkan rusak serta berbau tanpa ada perbaikan,” ujar Ummu Hani dalam keterangannya.

 

Ia menambahkan, kerusakan pada material bangunan seperti plafon dan dinding dapat membahayakan siswa yang setiap hari belajar di ruang kelas tersebut.

 

“Gedung ini cukup berbahaya bagi siswa yang ada di sekolah. Misal lagi belajar di dalam kelas, tiba-tiba runtuh atapnya bisa mencederai anak orang,” tegasnya, Kamis (12/6/2025). 

 

Lebih miris lagi, sekolah hanya memiliki empat ruangan. Satu digunakan sebagai ruang guru merangkap kantor, sementara tiga lainnya difungsikan sebagai ruang kelas untuk seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6. 

 

Untuk mengakali keterbatasan ruang, satu ruangan bahkan disekat menggunakan papan triplek menjadi dua kelas.

Pembuat konten Ummu Hani

Photo :
  • Foto Dokumentasi Adji

 

Ummu juga mengungkap bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan dana rehabilitasi ke Pemerintah Daerah Lampung Selatan. 

 

Namun, permohonan itu tak pernah membuahkan hasil. Justru dana perbaikan selalu dialokasikan ke SDN Penengahan Induk, sementara kondisi SDN Penengahan (Kelas Jauh) terus terabaikan.

 

“Ini tidak bisa ditoleransi, anak-anak butuh tempat belajar yang layak demi kenyamanan mereka,” tegasnya lagi.

 

Berdasarkan informasi dari dewan guru, SDN Penengahan (Kelas Jauh) memiliki enam tenaga pengajar, lima di antaranya masih berstatus honorer, dan satu guru sudah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). 

 

Saat ini, jumlah siswa di sekolah itu sebanyak 33 orang dari kelas 1 hingga kelas 6.

 

Secara administratif, SDN Penengahan (Kelas Jauh) masih berada di bawah kepemimpinan kepala sekolah SDN Penengahan Induk. 

 

Namun, kondisi bangunan yang rusak dan kekurangan fasilitas membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah itu berlangsung dalam keterbatasan dan risiko.

Halaman Selanjutnya
img_title