Wali Murid Protes Sistem Penerimaan SPMB Jalur Prestasi Lampung: Sertifikat Akademik Ditolak

SPMB jalur prestasi di Lampung ditolak dalam pendaftaran online.
Sumber :
  • Lampung.viva

Bandar Lampung, Lampung – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi di Lampung menuai banyak protes dari wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah unggulan melalui website http://lampung.spmb.id.

img_title Disdikbud Bandar Lampung Rampungkan Pemetaan Siswa, Tegaskan Sekolah Negeri Gratis Tanpa Pungutan

Salah satu wali murid dari Al-Kautsar Bandar Lampung mengungkapkan kekecewaannya karena anaknya ditolak dalam pendaftaran online melalui situs tersebut. 

Padahal, anaknya memiliki prestasi berupa sertifikat peserta pendidikan pengantar Teknologi Informasi Komunikasi di PUSDIKOM Al-Kautsar pada kelas 7, 8, dan 9 dengan predikat baik dan nilai rata-rata 8.

img_title Gebrakan Baru, SMP Muhammadiyah Soekarno Hatta Kotabumi Luncurkan Program Multi Language

"Saya sangat kecewa pada penerimaan jalur prestasi yang ada di Lampung karena sertifikat yang dikeluarkan pihak sekolah tidak bisa menunjang pendaftaran untuk masuk jalur prestasi," ungkap wali murid kepada Lampung.viva.co.id, pada Kamis (5/6/2025).

Sistem Verifikasi Dikeluhkan, Nilai Tinggi dan Sertifikat Tak Cukup

img_title Terobosan Disdikbud Lampung: Kirim Anak Pulau Tabuan dan Way Kanan Belajar di Sekolah Favorit Bandar Lampung

Wali murid tersebut menilai, sistem ini sangat merugikan siswa dan siswi berprestasi yang tidak bisa mendaftar lewat jalur prestasi. Meskipun nilai siswa tinggi dalam rapor, tetap tidak bisa terverifikasi dalam sistem http://lampung.spmb.id.

"Bagaimana tidak merugikan, anak saya nilainya di atas rata-rata 8 dan mempunyai sertifikat akademik, namun tidak dapat ikut bersaing dalam tes karena tertolak dalam sistem. Dalam sistem tersebut harus melampirkan Surat Keterangan Paralel dari sekolah asal," keluhnya.

Yang lebih mengherankan lagi, anaknya masuk dalam pendaftaran SMA unggulan di Al-Kautsar Bandar Lampung, tempat anaknya bersekolah, dan dinyatakan bisa ikut tes, namun tidak lolos dalam tes tersebut.

"Ya waktu pendaftaran di SMA Al-Kautsar lalu, nilai anak saya masuk dalam tes unggulan, walaupun gagal dalam tes sistem CAT ya enggak masalah, artinya puas karena kita sudah bersaing dulu. Nah, ini dalam penerimaan SMA berprestasi belum juga perang berkas sudah gugur, apa ini namanya kalau bukan merampas hak anak-anak kami," ujarnya.

Ia berharap kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., agar serius memperhatikan permasalahan ini. 

"Saya berharap kepada Bapak Gubernur dapat serius dalam mengambil kebijakan, karena ini merampas hak anak-anak kami," tutupnya.(Rozali)