Analis Dosen UIN Raden Intan Lampung: Iran Raih Kemenangan Militer, Moral, dan Strategis dalam Konflik dengan Israel
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Konflik yang memanas antara Iran dan Israel dalam beberapa hari terakhir telah membuka babak baru dalam dinamika geopolitik Timur Tengah.
Sejumlah analis menilai bahwa Iran keluar sebagai "pemenang", tidak hanya dari segi militer, tetapi juga moral dan strategis.
Menurut Dr. Fathul Mu'in, Dosen UIN Raden Intan Lampung yang fokus pada isu-isu luar negeri, Iran telah berhasil membangun kekuatan militer modern yang tangguh dan mandiri di tengah tekanan dan embargo internasional.
"Iran telah membuktikan kepada dunia bahwa mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga unggul. Keberhasilan mereka dalam melakukan balasan yang presisi sebagai bentuk mempertahankan kedaulatan negaranya menunjukkan kemajuan luar biasa dalam teknologi pertahanan, sistem radar, rudal balistik, dan drone tempur," ujar Dr. Mu'in pada Rabu, 18 Juni 2025.
Kemandirian Militer dan Keunggulan Teknologi Iran
Sekretaris Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah Syar'iyyah) ini menambahkan, selama lebih dari dua dekade, Iran telah mengembangkan industri militernya secara mandiri.
Mulai dari produksi rudal jarak jauh, sistem pertahanan udara, hingga drone kamikaze yang sangat efektif, Iran berhasil menunjukkan kemandiriannya.
"Ini bukan lagi Iran tahun 1980-an. Sekarang mereka memiliki kekuatan militer berbasis teknologi mutakhir yang mampu menandingi, bahkan mengungguli, sistem Iron Dome milik Israel," jelasnya.
Dr. Mu'in juga menyebutkan bahwa drone-drone Iran berhasil menembus sistem pertahanan Israel dan mengenai sasaran-sasaran strategis dengan akurasi tinggi.
Bahkan, beberapa fasilitas militer dan pusat intelijen Israel dilaporkan lumpuh dalam serangan balasan Iran.
Kemenangan Moral dan Dukungan Palestina
Selain kekuatan militer, Dr. Mu'in menilai kemenangan Iran juga terletak pada aspek moral. Publik global mulai menyadari ketimpangan narasi konflik Timur Tengah.
"Ketika Israel terus melancarkan serangan ke Gaza, membunuh warga sipil, dunia mulai mempertanyakan retorika ‘pembelaan diri’ yang selalu digunakan Israel. Iran hadir sebagai kekuatan yang menyuarakan keadilan dan melawan dominasi zionis atas Palestina," katanya.
Keberpihakan Iran pada Palestina, menurutnya, bukan hanya strategi geopolitik, tetapi juga wujud solidaritas terhadap bangsa yang tertindas.