Kasus Pembunuhan Dua Bocah di Pesisir Barat: Polisi Periksa Lima Saksi, Akankah Pelaku Terungkap!

Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pahala Simanjuntak
Sumber :
  • Lampung.viva

Bandar Lampung, Lampung – Sebanyak lima orang saksi telah dimintai keterangan oleh tim gabungan Polda Lampung dan Polres Pesisir Barat untuk mengungkap kasus penemuan mayat dua bocah kakak beradik yang diduga dibunuh di kebun Dusun Teba Langgar, Kecematan Pesisir Utara, Pesisir Barat.

img_title Dorong Penyelesaian Perkara Berbasis Pemulihan, Dosen FH UBL Bekali Bhabinkamtibmas Polda Lampung

Kedua kakak adik berinisial AT (8), dan KK (4) ditemukan tewas pada Rabu malam (14/5/2025) pukul 22.30 WIB, dalam kondisi berpelukan. Tubuh keduanya penuh luka akibat sabetan senjata tajam dan pukulan benda tumpul.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pahala Simanjuntak, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memeriksa lima orang saksi.

img_title Polres Lampung Timur Ringkus Dua Pelaku Pembunuhan Fotografer di Sekampung, Satu Ditembak

"Kelima saksi tersebut merupakan warga sekitar lokasi kejadian, bukan dari pihak keluarga korban. Saat ini kami masih melakukan pendalaman karena semua saksi mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut," ujar Kombes Pahala saat memberikan keterangan di Mapolda Lampung, Jumat (16/5/2025).

Menurut keterangan sementara, kedua korban sebelumnya berpamitan kepada orang tuanya untuk mencari durian di kebun. Namun, hingga sore hari mereka tidak kunjung pulang, sehingga dilakukan pencarian hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

img_title Misteri Kematian Fotografer di Lampung Timur Mengarah ke Pembunuhan, Perhiasan Ratusan Gram dan Mobil Diduga Digasak

Polisi juga menemukan sebilah senjata tajam di lokasi kejadian. Namun, kepemilikan senjata tersebut masih diselidiki.

"Kami masih menyelidiki apakah senjata tajam itu milik korban atau pelaku. Berdasarkan informasi awal, korban memang membawa parang saat pergi ke kebun," jelas Kombes Pahala.

Untuk mengungkap kasus ini lebih lanjut, tim gabungan akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang guna mencari petunjuk tambahan serta mengumpulkan barang bukti yang akan dikirim ke laboratorium forensik.

"Semua barang bukti akan kami bawa untuk diperiksa di laboratorium, termasuk senjata tajam yang ditemukan dan bercak darah yang ada. Kami juga akan mencocokkan DNA dari korban dengan temuan di TKP," tambahnya.

Hasil autopsi menunjukkan adanya luka pada kepala, tangan, dan bagian tubuh lainnya akibat senjata tajam, serta luka lebam yang diduga akibat pukulan benda tumpul.

"Untuk mengidentifikasi pelaku, kami juga mengambil sampel dari gigi geraham korban guna keperluan uji DNA," tutup Kombes Pahala. (*)