Juli 2024 Lampung Deflasi 0,16 Persen, Bawang Merah Jadi Penyumbang Terbesar

Rilis resmi BPS Lampung
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan (Tangkapan Layar)

Lampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan bahwa wilayah tersebut mengalami deflasi sebesar 0,16 persen secara bulanan (m-to-m,%) pada bulan terakhir. 

BPS Lampung Catat Deflasi Februari 2025, Tarif Listrik Jadi Penyumbang Utama

Kepala BPS Provinsi Lampung, Atas Parlindungan Lubis, dalam rilis resminya yang disampaikan secara daring dari Bandar Lampung pada Senin (1/8), menyatakan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menyumbang kontribusi terbesar terhadap deflasi, dengan andil sebesar 0,26 persen.

Lubis mengungkapkan bahwa fluktuasi harga pangan menjadi faktor utama yang mempengaruhi perubahan inflasi pada periode ini. 

Lampung Raih Surplus Perdagangan US$380 Juta, Minyak Nabati Jadi Primadona

"Penurunan harga sejumlah komoditas seperti bawang merah, tomat, cabai merah, bawang putih, dan susu cair kemasan menjadi penyebab utama deflasi dalam kelompok ini," jelasnya.

Secara rinci, kontribusi deflasi dari komoditas tersebut adalah sebagai berikut: bawang merah memberikan andil deflasi sebesar 0,32 persen, tomat sebesar 0,10 persen, cabai merah sebesar 0,08 persen, bawang putih sebesar 0,02 persen, dan susu cair kemasan sebesar 0,02 persen.

Garis Kemiskinan Provinsi Lampung Naik

Lebih lanjut, Lubis mengungkapkan bahwa tingkat inflasi tahunan (y-on-y,%) di Provinsi Lampung tercatat sebesar 2,55 persen. 

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih memberikan kontribusi inflasi yang signifikan, yaitu sebesar 5,45 persen. 

Halaman Selanjutnya
img_title