Deklarasi Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia, Tingkatkan Kontribusi Lewat Ilmu dan Pengabdian

Nyai Hj. Siti Mahmudah, dosen UIN Raden Intan.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Para ulama perempuan akan menyelenggarakan Deklarasi Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia. Mereka memiliki semangat yang sama membangkitkan bangsa melalui ilmu dan pengabdian.

img_title Curi Uang Belasan Juta, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi

Kegiatan itu dilaksanakan sebagai respons terhadap gelombang krisis sosial dan moral yang menghimpit bangsa, seperti maraknya kekerasan terhadap perempuan, masifnya judi online, pinjaman digital yang mencekik rakyat kecil, perdagangan orang yang semakin meluas, rusaknya demokrasi, tumpulnya keadilan hukum, serta krisis kemanusiaan global di berbagai belahan dunia, terutama di Palestina.

Atas dasar itulah, Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) menggelar Deklarasi Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia. Inisiatif ini merupakan bentuk komitmen spiritual dan sosial untuk menyalakan kembali cahaya keulamaan perempuan yang berpihak pada kehidupan, keadilan, dan keselamatan semesta.

img_title Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Karung Beras di Pahoman, Polisi Ringkus ART Terduga Pelaku

Salah seorang ulama perempuan dari Lampung yang ikut dalam deklarasi, Nyai Hj. Siti Mahmudah, mengatakan, melalui gerakan ini, kebangkitan ulama perempuan tidak hanya menjadi narasi sejarah, tetapi menjadi cahaya harapan untuk keadilan, perdamaian, dan keberlanjutan masa depan bangsa.

"Gerakan ini menegaskan bahwa kiprah ulama perempuan bukan hanya bagian dari sejarah, melainkan fondasi penting bagi terwujudnya tatanan masyarakat yang adil, damai, dan berkelanjutan," kata Nyai Hj. Siti Mahmudah yang juga dosen UIN Raden Intan tersebut, Jumat (16/05/2025).

img_title Tepergok Saat Masuk Rumah, Remaja di Lampung Selatan Tusuk Korban Hingga Kritis

Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Photo :
  • Istimewa

Nama-nama seperti Syarifah Mudaim, Nyai Mas Gandasari, dan Ratu Subanglarang dari Cirebon menjadi contoh nyata dari warisan keulamaan perempuan yang perlu terus digali, dinarasikan, dan dihidupkan. 

KUPI mendorong seluruh komunitas, lembaga, dan individu di seluruh Indonesia untuk mendokumentasikan para alimah, nyai, guru ngaji, dan penggerak dakwah di wilayah mereka sebagai bagian dari upaya merajut kembali silsilah keulamaan perempuan.

Nyai Hj. Siti Mahmudah menambahkan, melalui upaya kolektif ini, pihaknya menghadirkan kembali silsilah keulamaan perempuan dalam ingatan publik, memperkuat akar spiritual dan sosial umat, serta menyambung mata rantai keilmuan Islam dari generasi ke generasi. 

Dengan cara ini, Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia bukan hanya menjadi milik Cirebon atau pusat-pusat kajian Islam, tetapi benar-benar menjadi milik seluruh rakyat dan komunitas dari Sabang sampai Merauke, sebuah gerakan kultural tahunan yang menyala dari bawah, mengokohkan bahwa kebangkitan ulama dan guru perempuan adalah cahaya bagi keadilan umat, kemuliaan bangsa, perdamaian dunia, dan keberlanjutan semesta.

Halaman Selanjutnya
img_title