Festival Krakatau Tahun 2024 di Lampung

Festival Krakatau (K-Fest) 2024
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Istimewa (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

LampungFestival Krakatau (K-Fest) 2024 mengusung tema "Nemui Nyimah," sebuah nilai filosofis yang dipegang erat oleh masyarakat adat Lampung

img_title Mantan Pj Gubernur Lampung Samsudin Diperiksa 12 Jam Terkait Kasus PI 10 Persen WK OSES

Tema ini mengangkat kearifan lokal yang mengajarkan toleransi, keramahan, dan kemurahan hati terhadap tamu, yang merupakan bagian penting dari harga diri masyarakat Lampung.

Nemui Nyimah tidak hanya sebagai konsep keramahan, tetapi juga sebagai landasan untuk menjaga harmoni dan toleransi dalam masyarakat. 

img_title Mantan PJ Gubernur Lampung Samsudin Diperiksa Kejati

Provinsi Lampung, dengan keragaman suku bangsanya, selalu terbuka dan bersahabat dengan berbagai komunitas etnis yang ada di wilayahnya.

Festival Krakatau adalah acara kolaboratif yang melibatkan berbagai komunitas budaya, pemangku kepentingan pariwisata, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, media, serta pemerintah daerah. 

img_title Hari Pertama Kerja, Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan Disambut Meriah dengan Tradisi Adat

Rangkaian kegiatan dalam festival ini mencakup Festival Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, lomba mewarnai, kreasi membuat topeng Lampung, fashion show dan pentas seni anak, karnaval budaya Nemui Nyimah, Malam Pesona Kemilau Krakatau, tur Krakatau, dan Krakatau Run.

Penjabat (Pj) Gubernur Lampung, Samsudin, secara resmi membuka K-Fest 2024 di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, pada Sabtu, 6 Juli 2024. 

Dalam sambutannya, Samsudin menyebutkan bahwa K-Fest adalah salah satu acara terbesar di Provinsi Lampung yang mencerminkan semangat dan kebersamaan dalam memajukan daerah tersebut sebagai destinasi wisata unggulan.

"Saya sangat bangga melihat perkembangan K-Fest dari tahun ke tahun. Acara ini tidak hanya menarik perhatian nasional, tetapi juga internasional, menjadikannya magnet bagi wisatawan dan investor untuk lebih mengenal pesona dan potensi Lampung," kata Samsudin.

Ia menambahkan bahwa Karnaval Topeng adalah lebih dari sekadar parade kostum dan pertunjukan seni. Ini adalah momen untuk merayakan semangat gotong royong dan kebanggaan akan identitas budaya Lampung yang kaya. 

Tema "Nemui Nyimah Mask Street Carnival" mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga tradisi sambil merangkul inovasi dalam melestarikan budaya.

"Mari kita jadikan acara ini sebagai momentum untuk terus mengembangkan semangat kebersamaan, kesetiaan, dan kebanggaan akan keberagaman yang menjadi kekayaan kita bersama," ajak Pj Gubernur.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya K-Fest ke-33 oleh Pemerintah Provinsi Lampung. 

Halaman Selanjutnya
img_title