Sejarah Orang Jawa Transmigrasi Ke Lampung
- https://images.app.goo.gl/aYNj6DomB3LPtP78A
Pada 1911 dibangun 5 desa inti semua disini diatur seperti sistem yang ada di Jawa. Kolonial Belanda membangun sarana irigasi salah satu yang masih tersisa di desa Raja Resuk Kabupaten Pringsewu. Dibangun juga poliklinik kesehatan dan sekolah dasar yang hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung dengan nama Bagelan School. Selain daerah Gedong Tataan daerah Tanggamus juga menjadi tujuan transmigrasi dari Jawa.
Pada tahun 1939 puluhan ribu transmigrasi dari Pulau Garam Madura juga transmigrasi ke Lampung. Setelah Gedong Tataan penuh maka transmigrasi dipindahkan ke tempat lain yang tidak jauh dari tempat tersebut. Pilihan yaitu di hutan Sukadana yang melahirkan kota metro. Sebagian transmigrasi dipindahkan ke daerah Pringsewu.
Pada tahun 1952 pemerintah Indonesia mengirim orang orang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Bali, ke Lampung yang di tempatkan di daerah Sekampung, Banjit, Purbolinggo, dan Pekalongan. Total transmigrasi dari tahun 1952 -1968 ialah 503.168 kepala keluarga dan 220.135 Orang.
Terdapat beberapa nama tempat di Jawa yang menjadi nama desa di Lampung seperti Pringsewu, Pagelaran, Abarawa, Pardasuka, Gading Rejo, Sukoharjo, Adiluwih, Banyumas dan Pagelaran Utara. Pada Metro ada Bantul, Ganjar Agung, Yosodadi, Hadimulyo, Banjar Sari, Karang Rejo, Mulyo Jati, Rejo sari, Rejo Mulyo, Sumber sari, dsb.
Jadi setelah adanya trenasmigrasi terdapat beberapa daerah yang tinggal di Lampung seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Sumatera Utara, Padang, Lampung, dsb. Penduduk transmigrasi yang ada di Lampung menggunakan bahasa daerahnya masing-masing untuk berkomunikasi.