Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Penyandang Disabilitas Diduga Tenggelam di Sungai Way Sekampung
- Istimewa
Pesawaran, Lampung – Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap Bibit Raharjo (29), warga Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, yang diduga tenggelam di Sungai Way Sekampung sejak Jumat (20/06/2025).
Menurut keterangan saksi, Puryani, pada Jumat sekitar pukul 17.00 WIB, ia melihat korban sedang mengendarai sepeda di jalan Dusun Trisnomaju 03, Desa Trisnomaju.
Saat itu Puryani sedang dalam perjalanan pulang dari kebun. Menyadari korban bepergian seorang diri, Puryani segera menghubungi orang tua korban untuk memberitahukan keberadaan terakhir Bibit.
Tak lama kemudian, orang tua korban, Sdr. Jamroni dan Sdr. Andi, mendatangi lokasi dan bersama Puryani melakukan pencarian.
Mereka menemukan sepeda milik korban tergeletak di area kebun karet, sekitar 70 meter dari tepi Sungai Way Sekampung.
Pencarian kemudian dilanjutkan dengan menyisir area kebun singkong dan sepanjang tepi sungai dibantu warga setempat.
Korban diketahui merupakan penyandang disabilitas. Pada Sabtu (21/06/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, Bhabinkamtibmas Negeri Katon, Bpk. Yogi, melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Basarnas untuk meminta bantuan pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah, mengerahkan satu tim rescue dari Kantor SAR Lampung ke lokasi kejadian untuk bergabung dalam operasi SAR.
Tim tiba di lokasi pada pukul 10.15 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Polsek Gedong Tataan, Babinsa, BPBD Pesawaran, Tagana Pesawaran, FRRL, warga, dan keluarga korban.
Pencarian hari pertama dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet hingga radius 2 km dari lokasi ditemukan sepeda korban. Namun hingga pukul 18.00 WIB, hasil pencarian masih nihil.
Pencarian dilanjutkan pada Minggu (22/06), memasuki hari kedua. Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua tim (SAR Rescue Unit/SRU).
SRU 1 menggunakan perahu karet Basarnas menyisir aliran sungai menuju hilir sejauh 4 km, memfokuskan pencarian pada belokan-belokan sungai dan titik-titik yang dicurigai.
Sementara SRU 2 melakukan pencarian di darat, menyisir area rumpun bambu di sepanjang pinggiran sungai.
Namun pada pukul 16.45 WIB, pencarian hari kedua dihentikan sementara akibat cuaca hujan deras. Hasil pencarian hari kedua juga masih belum membuahkan hasil dan akan dilanjutkan pada Senin (23/06) pagi.