Polres Tulang Bawang Peringati Hari Lahir Pancasila ke-80: Perkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 Tahun 2025 pada Senin (2/6/2025) pukul 08.00 WIB di lapangan Mapolres setempat.
Upacara ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Tulang Bawang, Kompol David J Sianipar, dan dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres, Kapolsek jajaran, perwira Polres, personel Polres dan Polsek, serta ASN Polres Tulang Bawang.
"Hari ini, saya memimpin langsung pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 Tahun 2025 yang berlangsung di lapangan Mapolres Tulang Bawang," ucap Kompol David, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, S.IK., M.H.
Tema dan Makna Penting Pancasila
Kompol David menjelaskan bahwa tema yang diusung pada peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 tahun ini adalah "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya".
Tema ini mengandung pesan kuat mengenai pentingnya memperkuat fondasi ideologi bangsa dalam menghadapi tantangan global dan perbedaan yang kerap muncul.
"Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila ke setiap aspek kehidupan, masyarakat Indonesia diharapkan mampu menghadapi rintangan dan memajukan bangsa Indonesia," papar perwira dengan satu melati di pundaknya ini.
Wakapolres menerangkan, momentum peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia.
"Kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," jelasnya.
"Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," terang perwira alumni Akpol 2007 tersebut.
Orang nomor dua di Polres Tulang Bawang ini menambahkan, kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan.
"Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi," tandasnya. (*)