Warisan Sejarah: Belajar dari Buya Hamka

Warisan Sejarah: Belajar dari Buya Hamka
Sumber :
  • Tangkapan Layar Youtube Mata Najwa

Selain Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka juga menulis banyak buku lainnya, seperti Ayahku (novel), Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (novel), Di Bawah Lindungan Ka'bah (novel), dan Sejarah Umat Islam (sejarah). Karya-karya tersebut tidak hanya menjadi bacaan wajib di kalangan umat Islam, namun juga dijadikan sebagai bahan bacaan di kalangan akademisi dan penggiat sastra.

img_title 31 Pasangan Ikuti Nikah Massal Gratis di Masjid Raya Al-Bakrie, Gubernur Tekankan Pentingnya Meneladani Ajaran Agama

Pada tahun 1952, Buya Hamka memutuskan untuk terjun ke dunia politik dengan bergabung dalam Partai Masyumi. Ia pernah melamar sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Majelis Syuro Partai Masyumi. Namun, pada saat terjadi peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965, Buya Hamka ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Orde Baru karena terlibat dalam gerakan PKI.

Meskipun dipenjara selama 11 bulan, semangat Buya Hamka tidak pudar. Ia tetap produktif dalam menulis dan berdakwah di dalam penjara. Apalagi beberapa bukunya seperti Dari Perbendaharaan Lama dan Dari Perbendaharaan Baru ditulisnya ketika ia berada di dalam penjara.

img_title 20 Tahun Una Berkarya, Saat Batik Siger Menjadi Ruang Seni dan Pemberdayaan Perajin Disabilitas

Selain menjadi ulama dan penulis produktif, Buya Hamka juga dikenal sebagai seorang yang sangat mencintai bahasa dan sastra. Ia pernah menjadi Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka dan juga Ketua Persatuan Penulis Indonesia.

Kesimpulannya, Buya Hamka adalah sosok ulama, penulis, dan intelektual yang sangat berpengaruh dalam sejarah keilmuan Islam di Indonesia. Karya-karyanya yang luas dan multidimensi telah memberikan kontribusi besar dalam memajukan ilmu pengetahuan dan sastra di Indonesia. Semangat juangnya yang tinggi dan cinta yang mendalam terhadap agama, bangsa, dan negara, membuat Buya Hamka harum namanya sepanjang masa.

img_title Lampung Pastikan Satu Wakil Berlaga di Final Nasional Fatmawati Trophy 2026