Strategi Polisi di Lampung Hadapi Arus Mudik-Balik Lebaran 2026
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Arus mudik Lebaran 2026 di Lampung berjalan lancar, berkat perpaduan strategi cerdas, teknologi mutakhir, dan kesiapsiagaan aparat keamanan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo, meninjau langsung jalur penyeberangan Bakauheni–Merak, Selasa (17/3/2026), memastikan ribuan kendaraan pemudik bergerak tertib menuju Lampung.
Dari pemantauan udara Jakarta–Merak hingga Bakauheni, Wakapolri menilai arus lalu lintas relatif lancar, meski antrean kendaraan mulai terlihat di Pelabuhan Merak.
“Dari hasil analisa udara, arus lalu lintas relatif cukup lancar dan didukung kondisi cuaca yang baik,” ujarnya.
Kunci kelancaran ini, menurut Komjen Pol. Dedi, adalah penggunaan aplikasi Siker, sistem berbasis data real-time yang memungkinkan pengambilan keputusan cepat dan akurat di lapangan.
“Persiapan tahun ini jauh lebih baik, lebih lengkap, dan didukung teknologi,” tegasnya.
Selain teknologi, strategi zona merah, kuning, dan hijau diterapkan untuk mengurai kepadatan.
Lima rest area di zona kuning berfungsi sebagai buffer zone, sementara zona merah menambah jumlah titik buffer menjadi 10.
ASDP Indonesia Ferry juga menyediakan layanan pembelian tiket di rest area, baik online maupun manual, sehingga antrean di pelabuhan bisa dikurangi.
Distribusi kendaraan ke empat pelabuhan dilakukan berdasarkan jenis kendaraan, dari roda dua hingga roda empat, agar arus lebih merata.
Dalam menghadapi potensi darurat, disiapkan 16 kapal dan 320 personel gabungan TNI, Polri, dan Basarnas, menjamin respons cepat jika situasi tak terduga terjadi.
Wakapolri memprediksi puncak arus mudik gelombang kedua terjadi pada 18–19 Maret, sementara arus balik gelombang pertama dan kedua diperkirakan berlangsung pada 24–25 dan 28–29 Maret.
Patroli, pengawalan, serta pos pengamanan, pos pelayanan, dan command center di titik strategis semakin memperkuat pengamanan.
Di akhir peninjauan, Komjen Pol. Dedi mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan kepolisian 110 bila membutuhkan bantuan, dan menekankan pentingnya quick response jajaran di lapangan agar pemudik merasa aman dan nyaman.
“Quick response harus benar-benar dilaksanakan agar masyarakat merasa aman dan nyaman selama perjalanan mudik,” pungkasnya. (*)