Ini Tampang Tersangka Penikam Warga Lampung Tengah, Diduga Terkait Konten Bansos Hingga Picu Pembakaran Rumah Lurah

Agus Sadewo, tersangka penikaman warga hingga tewas.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Tengah, Lampung – Teka-teki di balik pembunuhan Surya, warga Lampung Tengah yang dikenal sebagai pengunggah konten TikTok terkait dugaan penyimpangan bantuan sosial (bansos) beras, akhirnya terkuak. 

img_title Warga Blokade Jalan SMAN 1 Labuhan Ratu, Kecewa Anak Gagal PPDB di Lahan Hibah Sendiri

Polres Lampung Tengah telah menetapkan Agus Sadewo, seorang pria berusia 41 tahun yang merupakan sepupu dari Kepala Kampung (Kakam) Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan tersebut.

Plh Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, Iptu Pande, pada Senin (19/5/2025), mengungkapkan bahwa tersangka AS mengakui terlibat cekcok dengan korban Surya di Pasar Bandaragung pada Sabtu pagi, 17 Mei 2025. 

img_title Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Sukabumi, Satu Orang Penumpang Motor Meninggal Dunia

Perdebatan sengit yang terjadi di antara keduanya membuat AS gelap mata dan mengeluarkan pisau yang telah ia persiapkan sebelumnya. 

Ia kemudian menusuk Surya di bagian leher dan dada, menyebabkan korban terkapar hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

img_title Hanya Dua Meter dari Lokasi Hilang, Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Tenggelam di Pulau Rimau

Lebih lanjut, Iptu Pande menyatakan bahwa pihaknya juga tengah mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara kasus pembunuhan ini dengan konten TikTok yang dibuat oleh Surya mengenai dugaan penyimpangan bansos beras di wilayah tersebut.

Setelah insiden pembunuhan tragis itu terjadi, sebuah video yang memperlihatkan operasi tangkap tangan puluhan karung beras bansos beredar luas di masyarakat. 

Beras-beras tersebut diduga berasal dari Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, dan rencananya akan dijual ke wilayah Tulangbawang.

Pembunuhan Surya yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB pada Sabtu, 17 Mei 2025, memicu amarah sejumlah warga. 

Hanya berselang satu jam kemudian, massa yang geram melakukan aksi pembakaran dan perusakan terhadap empat rumah serta sejumlah sepeda motor milik Kepala Kampung Gunung Agung dan kerabatnya, termasuk tersangka AS.

Hingga Senin (19/5/2025), situasi di sekitar lokasi kejadian masih dalam penjagaan ketat aparat kepolisian dari Polres Lampung Tengah. 

Selain itu, pihak keamanan juga dikabarkan telah mengisolasi Kepala Kampung Gunung Agung beserta keluarganya dari potensi gangguan massa lebih lanjut. 

Kasus pembunuhan ini masih terus dalam pengembangan pihak kepolisian untuk mengungkap motif sebenarnya dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.(*)