Kondisi Ketenagakerjaan di Lampung, Sektor Pertanian Dominasi Lapangan Kerja, Pengangguran 207 Ribu

Febiyana Qomariyah saat pemaparan
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

Lampung – Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Febiyana Qomariyah, mengungkapkan kondisi ketenagakerjaan Provinsi Lampung pada Agustus 2023 berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). 

Fasilitas Fumigasi Baru di Pelabuhan Panjang Dorong Peningkatan Ekspor Lampung

"Dari 7 juta penduduk, sekitar 4,9 juta masuk dalam kategori angkatan kerja, dengan 4,6 juta di antaranya sudah bekerja dan 207 ribu orang masih tergolong pengangguran," kata dia saat workshop bersama media, Selasa (24/9/2024). 

Dalam pemaparan tersebut, Febiyana Qomariyah menjelaskan bahwa sekitar 2,9 juta orang merupakan pekerja penuh, sementara 1,3 juta lainnya bekerja paruh waktu dan 399 ribu penduduk tergolong setengah penganggur. 

BPS Lampung Catat Deflasi Februari 2025, Tarif Listrik Jadi Penyumbang Utama

"Dari angka ini, terungkap bahwa mayoritas penduduk Lampung bekerja di sektor-sektor kunci yang menopang ekonomi daerah," jelasnya. 

Kunci Ketenagakerjaan: TPAK Lampung di Angka 70,04 Persen

Lampung Raih Surplus Perdagangan US$380 Juta, Minyak Nabati Jadi Primadona

Febiyana menjelaskan salah satu indikator penting dalam survei ketenagakerjaan adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yang mengukur persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. Pada Agustus 2023, TPAK Provinsi Lampung mencapai 70,04 persen. 

"Artinya, dari setiap 100 penduduk usia kerja, 70 di antaranya berada di pasar kerja, baik sebagai pekerja maupun pengangguran," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title