Program Beras SPHP di Lampung Diperpanjang hingga 31 Januari 2026
- Lampung.viva
Bandar Lampung, Lampung – Pemerintah resmi memperpanjang penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Provinsi Lampung hingga 31 Januari 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat di awal tahun.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengungkapkan bahwa serapan beras SPHP sepanjang tahun 2025 mencapai 17.652 ton atau sekitar 40 persen dari target 43.826 ton.
Meskipun serapan belum maksimal, Rindo menilai hal ini merupakan indikator positif bagi ketahanan pangan lokal. Sebagai daerah produsen beras nasional, pasokan di pasar Lampung cenderung mencukupi sehingga intervensi besar-besaran tidak selalu diperlukan.
"Penyaluran memang tidak maksimal karena Lampung adalah wilayah produsen. Mekanisme pasar berjalan baik dan pasokan relatif aman. Namun, SPHP tetap hadir sebagai instrumen penyeimbang harga," ujar Rindo, Sabtu (24/1/2026).
Meski demikian, pemerintah tetap memutuskan melanjutkan program SPHP hingga akhir Januari 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan kebijakan 2025 untuk mengantisipasi gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat.
"Perpanjangan dilakukan sampai 31 Januari 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran," tutur Rindo.
Dalam pelaksanaannya, Bulog Lampung terus menyalurkan beras SPHP melalui Rumah Pangan Kita (RPK) serta kios-kios pasar yang telah terdata.
Penyaluran dilakukan secara rutin dan disinergikan dengan pemerintah daerah melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Rindo menegaskan, keberadaan SPHP berfungsi sebagai instrumen penyeimbang ketika harga beras mengalami kenaikan.
Dengan adanya SPHP, masyarakat memiliki alternatif untuk memperoleh beras berkualitas dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.
"SPHP hadir sebagai penyeimbang. Saat harga beras naik, masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga stabil dan kualitas yang terjamin," pungkasnya.(*)