Tekan Angka 1,76 Persen, Lampung Catat Inflasi Terendah di Sumatera pada Juli 2026

Staf ahli Gubernur bidang pemerintahan hukum dan politik, Yanyan Ruchyansah.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berhasil mencatatkan tingkat inflasi tahunan (year-on-year/YoY) terendah di Pulau Sumatera, yakni sebesar 1,76 persen pada Juli 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian ini menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

img_title Jaga Kualitas Jalan Nasional, BPJN Lampung Berdayakan Warga Lokal di Seluruh Kabupaten/Kota

Keberhasilan tersebut diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 sekaligus Sosialisasi Regulasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (4/8/2026).

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menyatakan bahwa inflasi nasional pada Juli 2026 berhasil ditekan menjadi 2,88 persen secara tahunan. Di kawasan Sumatera, Lampung menempati posisi terendah, berbanding terbalik dengan Provinsi Aceh yang mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 5,38 persen.

img_title Antisipasi Dampak El Nino, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air Permukaan Sektor Usaha

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara nasional terjadi deflasi bulanan sebesar 0,14 persen akibat penurunan harga komoditas pangan seperti bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras. Sebaliknya, komoditas beras dan bawang putih masih mengalami kenaikan.

Ateng juga menyoroti Kabupaten Lampung Timur yang tercatat sebagai daerah dengan deflasi terdalam di Sumatera, sekaligus menyumbang tingkat inflasi tahunan terendah di kawasan tersebut.

img_title Data BPS: Penduduk Miskin di Lampung 831 Ribu, Pengangguran 204 Ribu Orang

Hadir mewakili Pemprov Lampung dari Ruang Command Center Diskominfotik, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan di Lampung.

"Alhamdulillah, inflasi Provinsi Lampung pada Juni dan Juli terus menurun. Secara month-to-month (bulanan) kini menjadi minus 0,49 persen. Secara year-on-year turun signifikan dari 2,46 persen menjadi 1,76 persen. Ini menunjukkan berbagai langkah pengendalian kita telah memberikan hasil nyata," ujar Yanyan.

Penurunan inflasi ini sejalan dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Provinsi Lampung yang konsisten berada pada level negatif dalam beberapa pekan terakhir. Ke depan, Yanyan menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system).

Pemantauan berkelanjutan terhadap produksi, distribusi pasokan, dan fluktuasi harga harian dinilai krusial agar pemerintah dapat merespons gejolak pasar dengan cepat.

Selain persoalan inflasi, Yanyan juga mendesak perangkat daerah untuk mempercepat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) demi menjaga iklim pertumbuhan ekonomi daerah yang kondusif. (*)