Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Telur Peternak Lokal Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Pemprov Lampung bersama PPN Petelur gelar rapat strategis di Mahan Agung.
Sumber :
  • Istimewa

Bandar Lampung, Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi bersama Persatuan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Petelur Nasional (PPN) Lampung guna membangun ekosistem peternakan telur yang berkelanjutan. 

img_title Peringati Kemerdekaan RI ke-81, Desa Kelaten Gelar Pesta Rakyat Budaya Jawa dan Pasar UMKM

Langkah ini diambil untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mengoptimalkan peran peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Penguatan Ekosistem Peternak Telur dan Kemandirian Pangan di Rumah Dinas Gubernur Lampung, Mahan Agung, Bandar Lampung, Senin (3/8/2026).

img_title Malam Puncak Bakauheni Harbour City 2026 Dipadati Ribuan Pengunjung, Lapak UMKM Ludes Ditransaksikan

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya penguatan ekosistem peternakan dari hulu ke hilir, mulai dari aspek produksi, keterjangkauan pakan, distribusi, hingga perluasan akses pasar guna memberikan kepastian usaha bagi para peternak.

Salah satu poin strategis yang menjadi fokus penataan ekosistem ini adalah optimalisasi penyerapan produksi telur peternak lokal melalui program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

img_title Dimeriahkan Kotak hingga Gilga Sahid, Harbour Fest 2026 Siap Digelar di Amphitheatre Menara Siger

Langkah tersebut diharapkan mampu menempatkan UMKM peternak telur sebagai pilar utama dalam rantai pasok kebutuhan pangan daerah.

"Penguatan ekosistem peternakan telur secara menyeluruh sangat penting untuk menciptakan tata kelola usaha yang lebih baik, memastikan ketersediaan pangan bergizi, serta memberikan kepastian keberlangsungan usaha bagi peternak lokal," ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Selain penyerapan pasar, Pemprov Lampung dan PPN Lampung juga berfokus pada upaya menjaga stabilitas harga pakan serta stabilitas harga jual telur di tingkat peternak demi menjaga daya saing dan produktivitas harian.

Dalam rapat tersebut, Pemprov Lampung turut mengkaji peluang hilirisasi produk peternakan melalui pengembangan industri pengolahan tepung telur. 

Inovasi industri hilir ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas telur, menyerap kelebihan produksi di pasar, serta membuka peluang usaha baru di tingkat daerah.

Sinergi berkelanjutan antara Pemprov Lampung, PPN Lampung, dan para pemangku kepentingan perunggasan ini diharapkan tidak hanya mendorong tingkat konsumsi protein hewani masyarakat, tetapi juga mengukuhkan Provinsi Lampung sebagai lumbung pangan nasional yang mandiri. (*)