Masjid Al Amin Bandar Lampung Sediakan Hidangan Spesial Kambing untuk Jemaah I'tikaf Malam Lailatul Qadar

Pengurus Masjid Al Amin Bandar Lampung sediakan 5 Kambing Gulai.
Sumber :
  • Lampung.viva

Bandar Lampung, Lampung – Masjid Al Amin Rawa Laut, Bandar Lampung, menyiapkan hidangan istimewa berupa gulai dan sop kambing dari 5 ekor kambing untuk ratusan jemaah yang melaksanakan i'tikaf pada Sabtu (29/3/2025) dini hari. Hidangan spesial ini disediakan untuk menyambut malam 10 terakhir bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Motor Warga Dimaling Saat Berbelanja di Toko Make-up Pramuka Bandar Lampung

Menurut Hafidz, Sekretaris Panitia, pendaftaran i'tikaf telah dibuka setelah salat Isya dan akan terus berlangsung hingga selesai. "Kami panitia telah membuka pendaftaran ba'da Isya, hingga selesai ya," katanya pada Jumat (28/3/2025) malam.

Ia menambahkan, hidangan kambing guling ini khusus disediakan untuk 300 jemaah yang telah mendaftar. "Ini tersedia untuk 300 jemaah, yang hendak daftar silakan datang ke Masjid Al Amin Jalan Cendana di Rawa Laut kota Bandar Lampung," paparnya.

Lagi Berbuka Puasa, Motor Warga Dimaling di Enggal Bandar Lampung

Peserta yang telah mendaftar akan mendapatkan kupon yang dapat ditukarkan untuk menikmati hidangan istimewa tersebut. "Semoga dengan adanya kegiatan i'tikaf ini, menjadi berkah untuk kita semua. Kami sediakan 5 ekor kambing untuk ratusan jemaah, silakan merapat," ujar Hafidz.

Ustadz Maulana Yusuf, M.A, menjelaskan bahwa malam 10 terakhir Ramadhan adalah malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam untuk mencari keberkahan dan mengharapkan datangnya malam Lailatul Qadar. Malam ini diyakini dapat menggugurkan dosa-dosa kecil yang telah lalu.

Rumah Pemilik Wisata Tegal Mas di Bandar Lampung Diduga Dirampok, 1 Orang Tewas dan 2 Terluka

"Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1768 dan Muslim: 1268. Siapa yang mengerjakan ibadah pada malam Qadar dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu," jelas Ustadz Maulana Yusuf. (Putra)