Diduga Kampas Rem Overheat, Bus Hangus Terbakar di Tol Bakauheni KM 47

Sebuah bus hangus jadi arang di JTTS Lampung Selatan.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Selatan, Lampung – Satu unit bus penumpang bernomor polisi AD 1410 GJ hangus terbakar di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) KM 47+600 Jalur B, arah Baturaja menuju Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (15/6/2026) dini hari sekira pukul 01.25 WIB. Insiden ini sempat memicu kepanikan para pengguna jalan tol yang melintas.

img_title Wapres Gibran Tinjau Tol Palembang–Betung dan Jambi, Dorong Akselerasi Koridor Utama Jalan Tol Trans Sumatera

Meski seluruh badan bus ludes dilalap api, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiel ditaksir mencapai Rp400 juta.

Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan enam personel Regu 3 dari Posko Damkar Kalianda begitu menerima laporan warga.

img_title Diduga Korsleting, Sepeda Motor Hangus Terbakar di Kotabumi, Pengendara Alami Luka Bakar

Dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang terlanjur membesar membakar bus yang dikemudikan oleh Ion, warga Kecamatan Sidomulyo tersebut.

"Petugas di lapangan sempat berjibaku selama lebih dari satu jam karena material bus yang mudah terbakar. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan total pada pukul 03.45 WIB," ungkap Rully, Senin (15/6/2026).

img_title Disembunyikan di Bagasi Bus, Pengiriman 670 Burung Ilegal asal Sumsel Digagalkan di Bakauheni

Berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan awal di TKP, sumber api diduga kuat berasal dari panas berlebih (overheat) pada sistem pengereman atau kampas rem kendaraan. 

Gesekan ekstrem tersebut memicu percikan api yang kemudian merembet cepat ke tangki bahan bakar dan ruang mesin.

Atas insiden ini, pihak Damkarmat Lampung Selatan mengimbau dengan keras kepada para pengemudi, terutama angkutan umum dan logistik jarak jauh, untuk rutin mengecek kelaikan fungsi rem serta komponen vital kendaraan sebelum memulai perjalanan demi mencegah risiko kebakaran serupa. (*)