Diduga Gudang BBM Ilegal Terbakar di Pesawaran, Lima Unit Damkar Diterjunkan

Asap hitam membumbung tinggi, 5 Damkar gabungan jinakkan kebakaran gudang di Pesawaran.
Sumber :
  • Istimewa

Pesawaran, Lampung – Sebuah bangunan yang diduga kuat menjadi gudang penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal terbakar hebat pada Senin (8/6/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini terjadi di Dusun Kogop, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

img_title Perkuat Pertahanan Nasional, Panglima Korpasgat Resmikan Batalyon Para Komando 464 di Lampung

Kebakaran besar tersebut memicu kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga terlihat dari jarak beberapa kilometer. Insiden ini langsung menjadi tontonan ratusan warga yang memadati sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, api dengan cepat membesar karena diduga membakar ratusan drum berisi bahan bakar di dalam bangunan. 

img_title Selamat dari Penyelundupan, 977 Burung Bernapas Bebas di Register III Gunung Rajabasa

Karakteristik asap yang hitam pekat dan resistensi api saat disiram air memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat penampungan minyak.

“Kejadiannya sekitar pukul 4 sore. Sepertinya memang gudang BBM, karena asapnya hitam sekali dan sangat susah dipadamkan. Kemungkinan drum-drum di dalam sedang penuh isinya,” ujar salah seorang warga setempat kepada lampung.viva.co.id., Senin (8/6/2026).

img_title Kebakaran Beruntun di Kalianda, Damkarmat Lampung Selatan Berhasil Jinakkan Api di Dua Lokasi

Guna mengendalikan situasi, tim pemadam kebakaran gabungan dari Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan langsung menerjunkan sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran (damkar) ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Petugas harus berjibaku ekstra keras melokalisasi api agar tidak merembet ke permukiman dan lahan sekitar.

Di lokasi kebakaran, sejumlah personel TNI dan Polri tampak bersiaga ketat. Petugas memasang barikade pengamanan untuk menghalau kerumunan warga sekaligus mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat banyaknya pengendara yang melambat.

Hingga berita ini diturunkan, amuk si jago merah masih dalam proses penanganan dan pendinginan oleh petugas pemadam.

Pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait status legalitas bangunan maupun dugaan aktivitas penimbunan BBM ilegal tersebut. 

Aparat masih fokus melakukan pengamanan area, mendata kerugian material, serta menunggu api padam sepenuhnya sebelum melakukan olah TKP guna menyelidiki penyebab pasti kebakaran. (Zal)