Terekam CCTV! Pemilik Toko di Blambangan Pagar Luka Parah Dihantam Batu Bata oleh Pria Tak Dikenal
- Istimewa
Lampung Utara, Lampung – Aksi penganiayaan brutal menimpa seorang pemilik warung bernama Sumardi, warga Dusun Gunung Labuhan, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara.
Korban bersimbah darah setelah kepalanya dihantam berulang kali menggunakan batu bata oleh seorang pria tidak dikenal pada Jumat (5/6/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Kapolsek Abung Selatan, AKP Mahbub Junaidi, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat seorang pemuda asing mendatangi warung korban dengan dalih menumpang istirahat dan tidur di lokasi tersebut.
Melihat gelagat mencurigakan pelaku yang mengaku asal Mesuji hendak mencari kerja ke Bandar Lampung namun tidak membawa tas maupun pakaian ganti, korban Sumardi secara santun menyarankannya untuk beristirahat di masjid terdekat.
"Keduanya sempat berbincang. Tak lama setelah keluar, pelaku kembali masuk ke dalam warung dengan alasan ingin membeli rokok batangan senilai Rp5.000. Saat korban berbalik badan dan membuka laci untuk mengambil rokok, pelaku tiba-tiba menyerang secara membabi buta menggunakan batu bata ke arah kepala korban," ujar AKP Mahbub Junaidi, Minggu (7/6/2026).
Meski kepala bagian belakangnya terluka parah dan mengeluarkan banyak darah, korban sempat melakukan perlawanan fisik yang sengit.
Nyali pelaku akhirnya ciut, lalu memilih kabur melarikan diri ke arah perkebunan di belakang rumah korban.
Warga yang mendengar teriakan histeris korban langsung mengevakuasi Sumardi ke Klinik Walisongo untuk mendapatkan penanganan medis.
AKP Mahbub menambahkan, seluruh aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sudut warung. Berdasarkan rekaman tersebut, pelaku diketahui merupakan seorang pemuda yang mengenakan kaus lengan panjang hitam dan celana jins hitam.
Saat ini, Tim Unit Reskrim Polsek Abung Selatan telah mengantongi rekaman tersebut dan sedang melakukan pengejaran intensif di lapangan.
Menyikapi ramainya potongan video kejadian yang mulai viral di jagat maya, Kapolsek mengimbau keras masyarakat dan warganet agar tidak berspekulasi liar atau menyebarkan narasi hoaks yang belum terverifikasi sebelum fakta hukum resmi diungkap penyidik.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang, bijak bermedia sosial, dan jangan langsung menyimpulkan atau membagikan informasi yang belum tentu benar. Tolong lakukan cross-check, jangan sampai merusak situasi kamtibmas serta mengganggu proses penyelidikan yang sedang berjalan," tegas AKP Mahbub Junaidi. (*)