Mengejutkan, Adik Saya Pernah Dibawain Parang
- Nanang
Pringsewu, Lampung –Kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT yang dilakukan seorang suami berinisial BI (35) terhadap istrinya Karyati (32) di Pekon Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, menuai perhatian dan kecaman dari berbagai pihak.
Pelaku kini telah diamankan polisi, sementara korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
Kakak kandung korban, Rinawati, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang berhasil menangkap pelaku tak lama setelah kejadian.
Meski demikian, ia berharap proses hukum berjalan tegas dan pelaku dijatuhi hukuman berat.
"Terima kasih kepada polisi yang sudah cepat menangkap pelaku. Saya berharap dia dihukum seberat-beratnya," ujar Rinawati saat ditemui awak media pada Senin (11/5/2026).
Rinawati mengungkap, selama menjalani rumah tangga, adiknya kerap menjadi korban kekerasan.
Bahkan, ia mengaku sering melihat langsung kondisi korban yang penuh luka lebam.
"Waktu pulang kemarin itu sudah banyak luka biru-biru, di leher, di wajah. Dia juga pernah cerita pernah dibawa parang, mau dibunuh sampai lari ke tengah hutan malam-malam," tuturnya.
Ia menduga, aksi kekerasan tersebut dipicu kecemburuan berlebihan dari pelaku yang tidak berdasar.
"Kalau dia sudah merasa cemburu, ya habis adik saya dipukulin. Padahal tuduhannya nggak masuk akal, sampai menuduh selingkuh dengan adiknya sendiri atau tetangganya," katanya.
Menurut Rinawati, pertengkaran hingga berujung kekerasan hampir terjadi setiap hari. Ia berharap pelaku tidak diberi ruang untuk bebas begitu saja.
"Saya tidak ingin tersangka ini sampai bebas. Harus diproses supaya dia sadar," tegasnya.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh akibat senjata tajam. Hingga kini, korban hanya bisa terbaring di tempat tidur.
"Untuk duduk saja tidak bisa, makan pun harus makanan cair," tambahnya.
Sementara itu, pelaku BI (35) mengaku aksi tersebut dipicu emosi saat pulang kerja dan mendapati pintu rumah tidak segera dibukakan.
Kesal, ia kemudian mengambil pisau dari dalam mobil, lalu kembali mengetuk pintu hingga akhirnya dibukakan oleh anak sulungnya.
Tanpa banyak bicara, ia langsung menuju kamar dan menyerang istrinya yang sedang tertidur bersama anak bungsu mereka.