Ibu Fatan Naufal Ceritakan Firasat Buruk Sebelum Anaknya Tewas Dalam Septic Tank
- Istimewa
Lampung –Kartini (45), ibu tiga anak itu tak bisa menahan derai air mata saat mendengar nama Fatan Naufal yang masih berumur 2,5 tahun.
Anak ketiganya itu tewas secara mengenaskan didalam lubang septic tank milik tetangganya pada Senin (15/04/24) siang.
Kisah tragis itu pun diceritakan ibu kandung korban sebelum anak ketiganya itu pergi untuk selamanya.
Tingkah aneh dan hal yang tidak wajar korban diperlihatkan kepada orang tuanya disaat perayaan hari raya Idul Fitri 1445 H.
Dan, firasat itu pun menjadi pesan terakhir korban sebelum septic tank tempat terakhir bermain.
Malamnya kata Kartini, bahwa anaknya itu biasanya tidak ngompol. Tapi, anaknya ngompol banyak. "Bajunya basah semua, terus saya gantiin," ucap Kartini diringi air mata menetes.
Juga, tidurnya biasa. Tidur siang ngompol lagi. Biasanya tidak ngompol karena selalu bilang mau pipis.
"Bangun tidur ngompol celana dilepas sendiri. Habis itu, anak itu kesini minta gendong terus tak gantiin celananya. Dia tersenyum, ketawa habis itu kesini dan main keluar," lirihnya.
Korban pun menunjukkan tingkah aneh yang tidak pernah korban lakukan seperti minta foto kepada ibunya.
"Minta foto, bu foto dengan fose kedua tangannya seperti berdoa. Kejadian itu pas hari Minggu (14/04/24) korban diajak maen rewel minta pulang. Tidak nyangka akan kejadian seperti ini," terangnya.
Diketahui, diduga akibat lepas pengawasan seorang bocah di Dusun Banjarejo, Pekon Mataram, Gadingrejo, Pringsewu, Lampung ditemukan tewas akibat tercebur kedalam lubang septic tank.
Korban bernama Fatan Naufal, usia dua setengah tahun ditemukan oleh karlan (45), orang tua korban dalam kondisi mengapung didalam lubang septic tank sedalam dua meter pada Senin siang (15/4/2024) sekira pukul 15.00 Wib.
Ditemukannya korban, berawal kecurigaan orang tua korban tidak melihat keberadaan anaknya setelah sebelumnya terlibat bermain pasir di dekat rumahnya.
Kecurigaan bertambah manakala orang tua korban hanya mendapati sepasang sendal milik korban tergeletak di sekitar tumpukan pasir berjarak sekitar empat meter dari lokasi korban ditemukan.
menjelaskan bahwa setelah korban ditemukan kemudian di evakuasi dan dibawa kerumah praktik mantri kesehatan desa untuk dilakukan pemeriksaan medis.