Gebrakan Baru, SMP Muhammadiyah Soekarno Hatta Kotabumi Luncurkan Program Multi Language
- Istimewa
Lampung Utara, Lampung – Sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026-2027 baru saja usai, terhitung Senin 13 Juli 2026 nanti para pelajar telah resmi memulai pendidikan, baik di Taman kanak-kanak hingga tingkat menengah atas.
Sistem penerimaan pada ajaran baru tahun 2026 ini menggunakan empat jalur bagi sekolah Negeri, yaitu jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi.
Dari sekian banyak tempat mengenyam pendidikan, ada hal berbeda yang di suguhkan oleh Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah (SMP) Soekarno Hatta Kotabumi.
Sekolah yang perdana di mulai pada tahun 2026 ini memberikan Program tambahan berbeda dari sekolah pada umumnya.
Sekolah yang berada di bawah yayasan Muhammadiyah ini menyajikan Program Multi Language. Dimana sekolah ini memiliki integritas tentang nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, serta global.
Nantinya para pelajar akan menerapkan penggunaan bahasa inggris pada hari senin hingga rabu, kamis menggunakan bahasa daerah Lampung, dan pada Jumat penggunaan bahasa arab.
Penggunaan bahasa Inggris dan Arab dengan tujuan Go Internasional, sedangkan penggunaan bahasa lampung guna menjaga kearifan lokal yang hampir tergerus jaman.
Kepala sekolah SMP muhammadiyah Soekarno Hatta Kotabumi, Sigit Suharjono menjelaskan, Program-program di sekolah ini guna menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing namun juga tidak meningalkan identitas adat istiadat Lampung.
"Tujuan program-program ini sendiri guna membekali siswa siswi didik dimasa mendatang lebih unggul, tetapi tidak melupakan identitas wilayahnya," ungkap Sigit.
Selain itu, Program berbahasa Lampung ini sendiri selaras dengan instruksi Gubernur Lampung , yaitu Lampung Kamis beradat.
"Di sekolah ini nanti bukan hanya penggunaan bahasa lampung, namun juga diwajibkan mengenakan seragam yang berkaitan dengan Adat istiadat Lampung," terang Sigit.
Ketika di singgung terkait pengajar yang di siapkan, sigit menjelaskan jika telah menyaring tenaga pendidik dengan seleksi yang ketat.
"Pihak sekolah telah menyeleksi beberapa tenaga pengajar, dimana awalnya sebanyak 254 pendaftar calon guru, dan yang dinyatakan lolos hanya 9 guru saja." beber Sigit.
Artinya pihak sekolah ini sendiri tidak main-main dalam menyiapkan tenaga pengajar bagi siswa-siswinya, guna mencapai tujuan yang maksimal