Tanamkan Iman dan Integritas, Lapas Kalianda Gelar Bimbingan Rohani bagi Pegawai

Jajaran pegawai dan regu pengaman Lapas Kalianda ikuti bimbingan rohani.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Selatan, Lampung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda menggelar kegiatan Bimbingan Rohani bagi seluruh jajaran pegawai di lingkungan Lapas, Jumat (12/6/2026). 

img_title Temui Bupati Lampung Selatan, Kalapas Badarudin Tekankan Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Tahanan

Agenda ini diikuti secara terpusat oleh pejabat struktural, staf administrasi, hingga personel regu pengamanan.

Kegiatan ini merupakan program strategis berkala sebagai upaya pembinaan mental dan spiritual internal guna memperkuat keimanan, ketakwaan, serta integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

img_title Kembangkan Potensi Pasar Berkelanjutan, Warga Binaan Lapas Metro Digodok Jadi Barista dan Pengusaha Lele

Dalam pembekalan spiritual yang disampaikan oleh pemuka agama tersebut, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Lapas Kalianda diajak untuk senantiasa menjaga nilai-nilai moral, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjauhi segala bentuk penyimpangan dalam bekerja.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menegaskan bahwa penguatan aspek spiritual memiliki porsi yang sangat penting dalam membentuk karakter pegawai yang tangguh, profesional, dan bersih.

img_title Buntut Penyelundupan HP hingga Pelanggaran Berat, Kalapas Metro Lempar 10 Warga Binaan ke Nusakambangan

Menurut Beni, tantangan tugas di lingkungan pemasyarakatan ke depan semakin kompleks, sehingga membutuhkan benteng moral yang kuat dari setiap individu petugas.

"Tugas pemasyarakatan tidak hanya menuntut kemampuan teknis dan kedisiplinan yang tinggi, tetapi juga memerlukan pondasi keimanan dan integritas yang kokoh. Dengan landasan moral yang baik, saya optimis seluruh jajaran dapat menjalankan fungsi pembinaan warga binaan secara profesional, jujur, serta penuh tanggung jawab," tegas Beni Nurrahman.

Melalui bimbingan rohani ini, manajemen Lapas Kalianda berkomitmen untuk terus mewujudkan wilayah kerja yang bersih dan berwibawa, sekaligus meningkatkan mutu pengawasan internal di lingkungan kerja. (*)