Dari Bengkel Sekolah Menuju Industri, PLN Siapkan Talenta Muda Lampung Hadapi Era Kendaraan Listrik
- Istimewa
Bandar Lampung, Lampung – Laju transisi energi bersih kini tidak lagi sekadar wacana di atas kertas. Di ruang-ruang kelas dan bengkel sekolah, tunas-tunas muda Lampung mulai ditempa untuk mengambil peran sebagai pelaku utama dalam ekosistem kendaraan listrik masa depan.
Komitmen tersebut diwujudkan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.
Lewat pelatihan konversi sepeda motor listrik yang digelar di SMKN 2 Bandar Lampung, PLN membekali puluhan siswa dan guru SMK dengan keterampilan teknis mutakhir.
Melihat peluang tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui Program TJSL PLN Peduli membekali pelajar dan guru SMK dengan keterampilan konversi motor listrik melalui pelatihan yang digelar di SMKN 2 Bandar Lampung pada tanggal 22 - 23 Juli 2026, lalu.
Sebanyak 50 peserta dari SMKN 2 Bandar Lampung, SMK 2 Mei, SMKN 5, SMKN 7 Bandar Lampung, hingga perwakilan bengkel lokal meresapi materi teori hingga praktik langsung.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Lampung, Rio Widiya Nugraha, menegaskan bahwa kesiapan SDM merupakan kunci utama dalam merespons cepatnya perkembangan teknologi otomotif ramah lingkungan.
"Kami ingin generasi muda tidak hanya memahami kendaraan listrik sebagai pengguna, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan konversi, perawatan, pengembangan, bahkan melihatnya sebagai peluang usaha di masa depan," kata Rio Widiya Nugraha.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan bimbingan intensif dari akademisi Universitas Bandar Lampung serta instruktur berpengalaman dari Elders Garage.
Mereka mendalami kompartemen vital kendaraan listrik, mulai dari pengenalan controller, sistem motor, hingga pengoperasian dinamo.
Dukungan tersebut diperkuat dengan penyerahan empat unit sepeda motor Honda Beat lengkap dengan kit konversi untuk empat SMK penerima sebagai sarana praktik berkelanjutan.
Nurdin, salah satu peserta pelatihan, mengaku mendapatkan wawasan dan keterampilan konkret yang sangat dinantikan para siswa vokasi.
"Pelatihan ini memberikan pengalaman baru bagi saya, terutama dalam memahami teknologi kendaraan listrik. Ilmu ini sangat bermanfaat karena bisa menjadi bekal untuk dunia kerja maupun peluang usaha ke depannya," ungkap Nurdin.