Semangat Kartini dari Asrama TNI
- Foto dokumentasi istimewa
Menurut dia, menapis merupakan kegiatan yang fleksibel dan dapat dilakukan di sela aktivitas rumah tangga. Selain itu, usaha tersebut juga membantu menambah penghasilan keluarga.
“Saya bisa menapis saat waktu senggang, misalnya ketika anak sekolah atau malam hari. Ini juga membantu perekonomian keluarga,” ucapnya.
Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa kain tapis, tetapi juga kain batik yang dipadukan dengan teknik tapis. Hasilnya kemudian diolah menjadi berbagai produk fesyen seperti baju, outer, dan rok.
Untuk pemasaran, Asri memanfaatkan media sosial serta promosi dari mulut ke mulut. Produknya telah dipasarkan tidak hanya di Lampung, tetapi juga ke luar daerah seperti Jakarta dan Solo.
Di saat para prajurit Yonif 143 menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan, para istri prajurit mengambil peran dari rumah.
Melalui kerajinan tapis, mereka tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga. (*)