Seruit Jadi Titik Awal, Bu Lin Ingin UMKM Lampung Tembus Pasar Dunia

Bu Lin mengibarkan pataka
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

LampungSeruit selama ini dikenal sebagai kuliner khas yang merekatkan kebersamaan masyarakat Lampung. Namun, pada peringatan Hari Nyeruit Nasional ke-4 di Bandar Lampung, Sabtu, 25 Juli 2026, hidangan tradisional itu dimaknai lebih luas sebagai titik awal lahirnya pelaku usaha lokal yang mampu bersaing hingga pasar internasional.

img_title 2.681 Nomor Dipertandingkan, Lampung Fun Swimming Festival Jaring Bibit Atlet Sejak Dini

 

Pemilik Sambal Seruit Bu Lin, Elinawati, meresmikan komunitas The Next Local Hero, sebuah wadah yang disiapkan untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar berkembang melalui pembinaan, jejaring usaha, hingga peluang kemitraan.

img_title Lampung Selatan Tembus Final PPD 2026, Bupati Egi Paparkan Visi 'Beranda Sumatra' di Bappenas

 

"Ini sudah tahun keempat kami mengadakan Hari Nyruit Nasional. Tahun ini kami membuka satu komunitas, yaitu The Next Local Hero, untuk membantu UMKM-UMKM kecil yang mau naik kelas," kata Bu Lin.

img_title Pemprov Lampung Rotasi Empat Pejabat Eselon II, Kepala BPBD dan Kadinsos Bertukar Posisi

 

Menurut dia, komunitas tersebut terbuka bagi seluruh pelaku UMKM di Lampung yang ingin memperluas wawasan, membangun jaringan, dan meningkatkan kualitas usahanya. Program itu menjadi kelanjutan dari perjalanan Sambal Seruit Bu Lin yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner khas Lampung.

 

Tak hanya membangun komunitas, Bu Lin juga menyiapkan skema kemitraan bagi peserta terbaik. Bentuk dukungan yang disiapkan mencapai Rp100 juta dan akan diwujudkan melalui kerja sama jangka panjang.

 

"Produknya tetap milik mereka, tetapi kami akan mendukung kegiatan dan pengembangan kuliner mereka," ujarnya.

 

Keinginan membantu pelaku usaha, kata Bu Lin, lahir dari pengalaman pribadinya saat merintis usaha. Ia mengaku pernah menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari modal, relasi, hingga promosi.

 

"Dulu saya juga terbentur modal, relasi, sampai media. Dari situ saya berpikir, kenapa UMKM lain tidak bisa tumbuh bersama?" katanya.

 

Ia menilai semangat berwirausaha di kalangan anak muda Lampung cukup besar. Namun, keterbatasan akses pendanaan dan pendampingan masih menjadi tantangan utama.

 

Karena itu, ia berharap kolaborasi antarpelaku usaha dapat memperkuat ekosistem UMKM sekaligus membawa kuliner Lampung dikenal lebih luas.

 

"Kalau bisa, jangan cuma dikenal di Indonesia. Saya ingin kuliner Lampung mendunia. Kita sama-sama maju dan tumbuh bersama agar UMKM Lampung naik kelas," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title