Panen Raya Jagung 32 Ton di Tanjung Bintang
- Foto dokumentasi istimewa
Lampung – Lahan seluas 4 hektar di Unit Kedaton, Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kamis (12/2/2026), dipenuhi hamparan jagung siap panen.
Di lokasi perkebunan milik PTPN I Regional VII Lampung itu, Polsek Tanjung Bintang bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan PT Restu Agropro Jayamas menggelar panen raya jagung varietas Raja Benih Jagung Hibrida R7.
Hasilnya tak sedikit. Dengan produktivitas mencapai 8 ton per hektar, total 32 ton jagung berhasil dipanen dari lahan yang digarap.
Capaian itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, khususnya percepatan swasembada jagung.
Kapolsek Tanjung Bintang, Kompol Edi Qorinas, mengatakan keterlibatan kepolisian dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah.
“Keterlibatan kami dalam sektor pertanian ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah, khususnya dalam mendorong percepatan swasembada jagung,” kata Kompol Edi.
Menurutnya, ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kepolisian tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut mendorong produktivitas pertanian di wilayahnya.
Direktur BUMD Lampung Selatan, Baiquni Aka Sanjaya, yang mewakili Bupati Lampung Selatan, menyebut panen raya tersebut menjadi simbol keyakinan petani dalam mencoba varietas baru.
“Kedaulatan pangan yang diraih membuktikan niat baik teknologi tepat guna, maka alam akan membalasnya dengan tepat guna,” ujar Baiquni.
Ia menegaskan Pemkab Lampung Selatan akan terus mendukung program pertanian dan pendampingan kepada masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan berkelanjutan.
“Tentu kami mendukung panen raya ini, apalagi Kapolsek Tanjung Bintang menyediakan lahan 4 hektar untuk menanam jagung dalam mendukung ketahanan pangan,” tambahnya.
Direktur PT Restu Agropro Jayamas, Dedy Supriadi, menyebut hasil panen kali ini cukup menggembirakan.
“Ini ada lahan 4 hektar yang digarap Polsek Tanjung Bintang dan hasilnya cukup luar biasa. Banyak hasil yang unggul, mudah-mudahan sesuai harapan para petani,” kata Dedy.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan sektor swasta ini diharapkan menjadi contoh sinergi dalam memperkuat ketahanan pangan di Lampung Selatan, sekaligus memberi keyakinan bahwa lahan produktif yang dikelola serius mampu menghasilkan panen maksimal. (*)