Dua Target Oscar Bruzon Tuntas di Kandang

Pertandingan Bhayangkara vs Isenmulang di Stadion Sumpah Pemuda
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

Lampung – Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Oscar Bruzon membawa dua target saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu, 19 September 2026. Keduanya tercapai: tiga poin dan clean sheet.

img_title Dua Kali Imbang, Bhayangkara Bidik Tiga Poin Perdana di Kandang

Bhayangkara menang 2-0 dalam lanjutan Super League 2026/2027. Allano membuka keunggulan pada menit ke-54, sedangkan M. Ikhsan mengunci kemenangan melalui gol pada menit ke-90+3.

“Kemarin dalam konferensi pers sebelum pertandingan, kami berbicara tentang dua tujuan yang jelas. Salah satunya tiga poin dan yang kedua clean sheet. Kami mendapatkan keduanya,” kata Oscar seusai pertandingan.

img_title Lewat Lomba Mural Pelajar, Satlantas Polres Lampung Selatan Gaungkan Pesan Pelopor Keselamatan

Bhayangkara sebenarnya tidak langsung menguasai permainan. Pada babak pertama, Isenmulang beberapa kali merepotkan pertahanan tuan rumah melalui serangan balik.

Bhayangkara mendapat peluang pertama pada menit ke-15 melalui Ristovski. Menerima bola di dalam kotak penalti, sepakan pemain bernomor punggung 7 itu masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Isenmulang.

img_title HUT Bhayangkara Lantas ke-71, Satlantas Polres Lampung Selatan Gelar Doa Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim

Tim tamu kemudian merespons pada menit ke-24. Kesalahan lini belakang Bhayangkara membuka ruang bagi V. Biano untuk melepaskan tembakan, tetapi bola masih menyamping.

Peluang Isenmulang kembali hadir pada menit ke-33. Tembakan pemain bernomor punggung 12 memaksa Awan Setho melakukan penyelamatan untuk mempertahankan skor 0-0.

Oscar mengakui timnya menghadapi persoalan dalam mengantisipasi serangan balik Isenmulang. Kondisi angin juga membuat permainan lebih sulit dikendalikan.

Situasi itu mendorong Oscar melakukan perubahan taktik. Bhayangkara yang semula menggunakan formasi 4-1-4-1 beralih menjadi 4-2-3-1.

Sementara Allano mendapat kebebasan lebih besar bermain sebagai gelandang serang dan bergerak mendekati penyerang.

Perubahan itu mulai terlihat setelah turun minum. Bhayangkara lebih banyak menguasai bola dan menciptakan peluang.

Pada menit ke-51, sundulan Ocampo masih belum menghasilkan gol. Tiga menit kemudian, giliran Allano yang memecah kebuntuan.

Menerima umpan dari luar kotak penalti, Allano lolos dari jebakan offside. Ia mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan penjaga gawang Isenmulang.

Gol tersebut membuat Bhayangkara semakin leluasa mengendalikan pertandingan. Isenmulang meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama, tetapi penyelesaian akhir mereka tidak menghasilkan gol.

Halaman Selanjutnya
img_title