Imigrasi Kotabumi Tunjukkan Kinerja Cemerlang, Realisasi Anggaran dan Layanan Paspor Naik Signifikan

Konferensi pers di Imigrasi Kotabumi
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotabumi mencatat sejumlah capaian positif selama Semester I Tahun Anggaran 2025, baik dalam pengelolaan anggaran maupun pelayanan keimigrasian. Meski terjadi penyesuaian pada pagu anggaran, kinerja tetap berjalan optimal dan terukur.

img_title Kapolres Lampung Selatan Pimpin Sertijab Kapolsek Penengahan, Tekankan Penguatan Kinerja dan Pelayanan

 

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu, 2 Juli 2025, Kepala Kantor Imigrasi Kotabumi, Mocd. Andri Budiman, didampingi para Kepala Seksi dan Kepala Sub Seksi, memaparkan bahwa dari total pagu awal sebesar Rp6,87 miliar, realisasi anggaran mencapai Rp2,84 miliar atau 41,33 persen. Namun setelah penyesuaian efisiensi, pagu efektif menjadi Rp5,77 miliar, dan realisasi anggaran naik menjadi 49,16 persen.

img_title Realisasi APBD Tembus 60 Persen, Wakil Wali Kota Metro Bongkar Sejumlah Sumber PAD Masih Nol Rupiah

 

"Ini menunjukkan komitmen kami terhadap efisiensi dan pengelolaan anggaran berbasis kinerja," ujar Andri Budiman.

img_title Satu Dekade Lebih Menanti, Warga Baru Ranji Senang Jalannya Akhirnya Diperbaiki Bupati Egi

 

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerja anggaran ini menunjukkan peningkatan. Pada Semester I Tahun 2024, realisasi anggaran hanya mencapai Rp3,23 miliar dari total pagu Rp8,53 miliar atau sekitar 37,89 persen.

 

Tak hanya itu, kinerja penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga menunjukkan lonjakan signifikan. Dari target semester I sebesar Rp2,01 miliar, realisasi penerimaan mencapai Rp3,65 miliar atau naik hingga 90,87 persen.

 

Lonjakan Layanan Paspor

 

Dalam hal pelayanan keimigrasian, Kantor Imigrasi Kotabumi mencatat sebanyak 6.355 permohonan paspor selama Semester I 2025, meningkat 12,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencatat 5.671 permohonan.

 

"Puncak tertinggi terjadi pada Januari, yaitu 1.603 permohonan," jelas Andri.

 

Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai inovasi layanan seperti program Eazy Passport, yang mengedepankan pendekatan jemput bola, kemudahan akses digital, serta peningkatan profesionalisme pelayanan.

 

Sebaliknya, jumlah penolakan permohonan paspor justru mengalami penurunan drastis. Jika pada 2024 terdapat 114 kasus penolakan, maka di semester pertama 2025 hanya tercatat 58 kasus, atau turun sebesar 49,12 persen.

 

"Penurunan ini berkat seleksi ketat melalui verifikasi dokumen dan pendalaman wawancara, serta efektifnya sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kami lakukan secara rutin, termasuk melalui media sosial," imbuhnya.

 

Inovasi Digital Kurangi Izin Tinggal Manual

 

Sementara itu, jumlah permohonan izin tinggal tercatat menurun dari 119 pada semester I 2024 menjadi 111 pada tahun ini, atau sekitar 6,72 persen. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya penggunaan aplikasi digital MOLINA (Modul Online Izin Tinggal), yang memungkinkan perpanjangan izin dilakukan secara daring dari mana saja.

Halaman Selanjutnya
img_title