Gunung Anak Krakatau Pancarkan Sinar Api, Asap Kelabu Tebal Membubung 200 Meter

Laporan PVMBG: aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif.
Sumber :
  • Istimewa

Lampung Selatan, Lampung – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis laporan resmi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan periode pengamatan Rabu (1/7/2026) dari pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, gunung api aktif berketinggian 157 mdpl tersebut masih berstatus Level II (Waspada).

img_title Anak Krakatau Naik Status Jadi Siaga Level III (Siaga), Jarak Aman Jadi 5 Km

Secara visual, kondisi Gunung Anak Krakatau terpantau jelas hingga berawan dengan ombak laut di sekitar lokasi cenderung tenang. Asap kawah utama teramati berwarna putih, kelabu, hingga cokelat.

"Asap kawah memiliki intensitas tipis, sedang, hingga tebal dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 200 meter di atas puncak kawah. Selain itu, teramati adanya sinar api pada pusat kawah di malam hari," tulis penyusun laporan PVMBG, Andi Suardi dan Muhammad Dika Nurzaman.

img_title Status Waspada Level II, Sat Polairud Lamsel dan BKSDA Larang Wisatawan Dekati Anak Gunung Krakatau

Secara meteorologi, cuaca di kawasan cagar alam tersebut terpantau cerah berawan dengan embusan angin sedang ke arah utara, timur laut, dan barat laut. Suhu udara berada pada angka 26.6-32.2 °C dengan kelembaban 50-81%.

Berdasarkan rekaman instrumen pemantauan di Pos Pengamatan GAK, aktivitas kegempaan di dalam perut gunung masih fluktuatif dan didominasi oleh gempa fase banyak (hybrid). 

img_title Sat Polairud Polres Lampung Selatan Patroli Gunung Anak Krakatau, Wisatawan Diimbau Tidak Mendekat

Rincian data kegempaan dalam 24 jam terakhir meliputi gempa hybrid/fase sebanyak 0 kali kejadian (Amplitudo: 3-35.5 mm, Durasi: 3-18 detik), gempa hembusan sebanyak 4 kali kejadian (Amplitudo: 2.6-3.8 mm, Durasi: 10-43 detik), gempa vulkanik dalam sebanyak 1 kali kejadian (Amplitudo: 25.5 mm) dan gempa low frekuensi sebanyak 1 kali kejadian (Amplitudo: 4 mm)

Selain itu, alat seismograf juga merekam aktivitas Tremor Menerus (Microtremor) dengan amplitudo 0.5-10 mm, namun dominan berada di angka 1 mm.

Merespons tingkat aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif dan menunjukkan tanda-teranda magmatik (sinar api), PVMBG mengeluarkan rekomendasi keamanan ketat bagi jalur pelayaran maupun aktivitas publik.

Masyarakat, nelayan, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki lokal dan mancanegara dilarang keras mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman 2 kilometer dari bibir kawah aktif demi menghindari risiko lontaran material pijar. (*)