Hilirisasi: Antara Berkah dan Bancakan
- Foto Dokumentasi Pribadi
Pemerintah tidak hanya dituntut piawai menarik investasi global, tetapi juga tegas dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian.
Keberhasilan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah jangan sampai berujung pada ketergantungan baru terhadap sistem ekonomi yang tidak transparan dan tidak adil.
Nilai tambah dari hilirisasi semestinya tercermin pada penguatan industri manufaktur nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat
secara luas.
Pada akhirnya, hilirisasi merupakan pertaruhan martabat bangsa. Indonesia yang berdaulat adalah Indonesia yang mampu memastikan pabrik-pabrik yang berdiri menghadirkan lapangan kerja layak dan transfer teknologi yang nyata bagi generasi penerus.
Jika negara abai terhadap potensi penyimpangan, hilirisasi hanya akan menjadi babak baru dari eksploitasi sumber daya alam yang manfaatnya tidak dirasakan secara merata.
Masa depan ekonomi bangsa terlalu berharga untuk dikorbankan demi kepentingan jangka pendek segelintir pihak.
Hilirisasi harus menjadi jalan menuju kemakmuran bersama yang berkeadilan, bukan menjadi ruang bagi praktik rente yang merugikan kepentingan nasional. (*)