UBL Gelar Cinema Talks Bahas Film Horor 'RIBA'

Cinema talk di Universitas Bandar Lampung
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

Lampung – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar Cinema Talks bersama para pemain dan tim produksi film horor RIBA, Sabtu (29/11/2025). 

img_title Waspada Rekrutmen Radikalisme Lewat Voice Chat Game Roblox, Kepala BNPT Beberkan 782 Anak Terpapar

Acara ini menghadirkan perwakilan PH Verona Film selaku produser dan membahas proses kreatif, psikologi karakter, serta nilai sosial yang diangkat dalam cerita.

Eksekutif produser PH Verona Film, Bedy Kunady, mengatakan RIBA merupakan film bioskop pertama yang mereka produksi. 

img_title Dukung Sineas Lokal, Pemprov Lampung dan FKPT Luncurkan Film Ageman di Balai Keratun

Sebelum tiba di Lampung, tim produksi telah melakukan roadshow dan sosialisasi di sejumlah kota besar di Jawa dan Kalimantan.

“RIBA film pertama yang diproduksi di industri film bioskop. Kami sudah roadshow sosialisasi di beberapa kota besar di Jawa dan Kalimantan, dan kali ini kami bersosialisasi di Lampung. Alhamdulillah, antusias mahasiswa di sini cukup baik,” katanya. 

img_title Gubernur Rahmat Mirzani Tegaskan Pemprov Lampung Masifkan Deradikalisasi dan Benteng Pelajar dari Paham Radikal

Bedy menegaskan bahwa RIBA bukan sekadar film horor. Tapi memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan sosial. 

"Cerita ini kami ambil dari thread yang berjudul Getih Anak. Setelah berproses panjang, kami melihat ada aspek sosial yang menggambarkan kesulitan sehingga mereka ambil jalan yang salah,” kata dia. 

Dosen Ilmu Komunikasi UBL, Budhi Waskito, menilai RIBA memiliki dimensi kajian masyarakat yang kuat. 

“Film RIBA ini bagus sekali, ada studi masyarakat. Kami mendukung penuh karena ini juga bentuk pembelajaran mahasiswa. Kita ingin mahasiswa mampu berkreasi dalam memajukan industri perfilman nasional yang mulai bangkit,” ujarnya.

Salah satu peserta, Maretha, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru setelah mengikuti sesi diskusi tersebut. 

“Dari kegiatan ini kami mendapatkan cara produksi film, strukturnya, proses casting, dan cara untuk menjadi pemeran film,” jelasnya.

Ia menambahkan, RIBA memberikan wawasan tentang sisi psikologis dan budaya. 

“Dari film ini saya mendapatkan sisi psikologis, sosial, serta gambaran kehidupan dan budaya-budaya dari Jawa,” kata Maretha.

Acara Cinema Talks yang digelar di Fakultas Ilmu Komunikasi UBL diikuti puluhan mahasiswa. Doorprize dan tiket nonton gratis yang disediakan turut menambah antusiasme peserta. (*)