Apa Benar Agroforestri Sudah Diterapkan Dengan Baik??
- Andhika Senatama
Produk pangan yang dihasilkan oleh sektor kehutanan masih berupa pangan non beras sehingga tidak banyak dimanfaatkan karena pola konsumsi pangan masih berfokus pada beras.
Pertumbuhan penduduk yang lama kelamaan kian meningkat, membuat persaingan pemanfaatan sumberdaya terutama lahan semakin ketat. Pola konsumsi pangan yang masih terfokus pada beras akan memberatkan pemerintah dalam memenuhi ketahanan dan kecukupan pangan. Selain itu, petani di Indonesia pada umumnya belum memiliki pemahaman tentang sistem manajemen yang baik.
Banyak petani di Indonesia cenderung menanam komoditas yang nilainya sedang naik. Hal tersebut dapat menurunkan harga dari komoditas tersebut karena saat panen stoknya menjadi melimpah bahkan melebih batas.
Lalu apa solusinya?
Edukasi dan sosialisasi dapat menjadi solusi. Agroforestri memanfaatkan lahan yang telah ada bukan "membuka lahan baru". Pendampingan oleh pemerintah juga diperlukan dalam agroforestri seperti penyediaan bibit, batas lahan yang dapat digunakan dan pemantauan secara berkala.
Skema perhutanan sosial dapat digunakan juga sebagai solusi. Dalam perhutanan sosial pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk mengelola hutan secara lestari dan bijaksana serta tetap memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Namun, solusi-solusi tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama karena seperti yang kita ketahui, masih terdapat banyak oknum dan budaya yang telah ada secara turun menurun.
Penulis: Andhika Senatama (Mahasiswa) dan Rusita, S.Hut., M.P. (Dosen)
Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung