Khutbah Idul Fitri 2025 Masjid Jami Asy-Syuhada, Ramadan: Momentum Perubahan Individu dan Keluarga Menuju Kebaikan Abadi
- Lampung.viva
Bandar Lampung, Lampung – Bulan Ramadan yang penuh berkah telah berlalu, namun semangat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan seharusnya tidak ikut berlalu. Ramadan adalah momentum bagi umat Islam untuk melakukan perubahan positif, baik secara individu, keluarga, maupun masyarakat.
Dengan berakhirnya bulan Ramadan yang penuh berkah ini, bukan berarti kita berhenti dalam menunaikan hak dan kewajiban kepada Allah 'Azza wa Jalla, maupun kepada sesama.
"Hak dan kewajiban tersebut tetap ada dan menanti untuk dilaksanakan. Masih banyak amal shalih yang harus dilakukan dan kewajiban yang harus ditunaikan, semua itu untuk membangun ketaatan kepada Allah," kata Ustadz Abu Fuhairah az-Zahid, MA saat menyampaikan ceramahnya di Masjid Jami' Asy-Syuhada Kemiling, Senin (31/ 03/ 2025)
Ustadz Abu Fuhairah az-Zahid, MA, mengingatkan agar umat Islam tidak hanya taat selama Ramadan, tetapi juga istiqamah dalam menjalankan amal saleh setelahnya.
"Jangan sampai kita hanya taat di bulan Ramadan saja. Setelah itu kembali ke habitatnya masing-masing. Maka sungguh merugilah siapa saja yang taat selama Ramadan, namun kembali ke lubang yang sama setelah Ramadan. Na'udzubillah min dzalik!" ujarnya.
Berikut beberapa momentum perubahan yang hendaknya dilazimi oleh setiap muslim sebagai "alumni" Ramadan:
1. Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa): Ramadan telah membersihkan jiwa dari berbagai penyakit hati seperti ghibah, amarah, dan dengki. Jagalah kebersihan jiwa ini dengan terus berzikir, berdoa, dan menjauhi perbuatan maksiat.