Syukuran Laut ke-20, Nelayan Kota Agung Rayakan Tahun Baru Islam dengan Tradisi Larung dan Kegiatan Sosial

Nelayan Kota Agung lakukan tradisi larung laut.
Sumber :
  • Lampung.viva

Tanggamus, Lampung – Suasana khidmat bercampur semarak memenuhi kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Agung, Jumat (27/6/2025), saat para nelayan dan warga pesisir memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah melalui tradisi Larung dan Syukuran Laut ke-20.

img_title Catat Tanggalnya! Bandar Lampung Expo 2026 Segera Digelar: Pesta Rakyat Gratis, Ada Parade Budaya hingga Konser Musik

Tradisi tahunan yang telah mengakar selama dua dekade ini bukan sekadar seremoni adat, melainkan wujud rasa syukur nelayan atas hasil tangkapan laut selama setahun, serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan di tahun mendatang.

Dalam ritual inti, para nelayan melarungkan sesaji ke laut sebagai simbol persembahan dan doa agar laut tetap menjadi sahabat memberikan hasil yang melimpah dan menjaga keselamatan mereka saat melaut.

img_title Hari Ketiga Operasi SAR, Pencarian Penumpang KMP Batumandi Diperluas 12 Mil hingga Pulau Sebesi

Lebih dari sekadar upacara, kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi sosial, seperti sunatan massal bagi 42 anak dan santunan untuk 100 penerima, yang terdiri dari anak yatim dan janda lanjut usia.

Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, yang hadir mewakili Bupati Moh. Saleh Asnawi, mengapresiasi pelaksanaan tradisi yang terus dijaga dan dilestarikan masyarakat nelayan.

img_title Penumpang Perempuan asal Jabar Diduga Terjun ke Laut dari KMP Batumandi dekat Pulau Panjurit

“Ini bukan hanya bentuk syukur, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi, gotong royong, dan kepedulian sosial. Semoga para nelayan selalu diberikan keselamatan dan rezeki yang berlimpah,” ujarnya dalam sambutan.

Ia juga menyoroti dampak positif kegiatan terhadap ekonomi lokal. “Tradisi ini menggerakkan UMKM, menumbuhkan semangat berbagi, dan memperkuat solidaritas. Ini budaya yang harus kita jaga bersama," bebernya.

Ketua panitia acara, Rohani Sanusi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai sejak malam sebelumnya dengan doa bersama dan istighosah.

“Puncak larung sudah kami laksanakan pagi ini, dan dilanjutkan dengan kegiatan sosial. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Dinas Kesehatan Tanggamus yang berperan aktif dalam mendukung sunatan massal.

“Total 42 anak ikut serta, dan semuanya berjalan lancar berkat bantuan dari Dinkes,” tambahnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Darma Setiawan, Kadis Kominfo Suhartono, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga ribuan warga dan nelayan yang memadati lokasi.

Halaman Selanjutnya
img_title