SPKLU di Pelabuhan Bakauheni Lampung
- Foto dokumentasi PLN UID Lampung
Lampung – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih dengan meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.
Kehadiran SPKLU ini menjadi bagian dari kesiapan PLN dalam menyambut arus mudik dan balik Idul Fitri 1446 H serta mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Peresmian SPKLU ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Drs. Muhammad Firsada, M.Si, yang mewakili Gubernur Lampung, serta jajaran manajemen PLN dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni.
Dukungan Pemerintah dan ASDP
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Syamsudin, mengapresiasi kehadiran SPKLU di pelabuhan yang menjadi gerbang utama penghubung Sumatera dan Jawa ini.
"Kami sangat mengapresiasi hadirnya SPKLU di Pelabuhan Bakauheni. Ini menjadi langkah awal dan bisa menjadi percontohan bagi pelabuhan lain di Indonesia. Dengan fasilitas ini, pelabuhan makin siap melayani masyarakat pengguna kendaraan listrik," ujarnya, Kamis (27/3/2025).
Pemerintah Provinsi Lampung juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di wilayahnya. Pj. Sekda Lampung, Muhammad Firsada, menegaskan bahwa keberadaan SPKLU ini adalah bukti keseriusan dalam mewujudkan transportasi yang lebih hijau.
"Kami berkomitmen mendukung langkah-langkah strategis untuk mendorong energi terbarukan. SPKLU ini bukan sekadar fasilitas teknis, tetapi simbol perubahan besar menuju Lampung yang lebih berkelanjutan," kata Firsada.
Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi nasional dalam mengurangi emisi karbon dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
PLN: Dorong Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
General Manager PLN UID Lampung, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa peresmian SPKLU ini merupakan hasil dari sinergi antara berbagai pihak untuk mempercepat transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
"Kehadiran SPKLU di Pelabuhan Bakauheni adalah bagian dari layanan strategis PLN dalam memastikan kelancaran arus mudik masyarakat. Selain itu, ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung target Net Zero Emission pada tahun 2060," jelasnya.
Pelabuhan Bakauheni dipilih sebagai lokasi SPKLU karena merupakan titik vital perjalanan darat antara Sumatera dan Jawa. Dengan fasilitas ini, pengguna kendaraan listrik tidak perlu lagi khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.
"Sekarang pemudik dengan kendaraan listrik bisa mengisi daya sambil menunggu antrean naik kapal. Ini memberikan kemudahan bagi mereka yang bepergian jarak jauh menggunakan kendaraan listrik," tambah Joharifin.
PLN Perluas Jaringan SPKLU di Lampung
Hingga saat ini, PLN UID Lampung telah mengoperasikan 57 unit SPKLU yang tersebar di 35 titik strategis, mulai dari pelabuhan, jalan tol, jalur lintas barat, tengah, dan timur, hingga lokasi wisata dan kawasan hotel.
Selama periode mudik Lebaran 2025, diprediksi jumlah pemudik pengguna kendaraan listrik yang melintasi jalur Tol Lampung akan meningkat delapan kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kehadiran SPKLU ini menjadi solusi penting dalam mendukung perjalanan mereka.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik, PLN UID Lampung juga menyiagakan lebih dari 100 personel SPKLU yang bekerja 24 jam, serta dua unit SPKLU mobile yang siap menjangkau titik-titik strategis dan membantu pemudik kendaraan listrik di jalur utama.
"Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap energi bersih dan semakin lengkapnya infrastruktur pendukung, kami optimistis ekosistem kendaraan listrik akan terus berkembang. Lampung siap menjadi salah satu provinsi terdepan dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan," pungkas Joharifin. (*)