Harga Bapokting Merangkak Naik di Bandar Lampung
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Menjelang Idulfitri, harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di Bandar Lampung mulai mengalami kenaikan.
Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Lampung bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta stakeholder terkait turun langsung ke pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan stok dan memantau pergerakan harga.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung, Kombes Pol Derry Agung Wijaya, menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan di lima pasar tradisional di Bandar Lampung serta serentak di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
"Hasil pemantauan menunjukkan ada kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Namun, untuk stok secara keseluruhan masih cukup hingga Lebaran," ujar Kombes Pol Derry, Selasa (26/3/2024).
Cabai dan Bawang Melonjak, Daging Masih Stabil
Berdasarkan pantauan di Pasar Tugu, Bandar Lampung, harga cabai merah yang sebelumnya Rp70 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp75-80 ribu per kilogram.
Cabai caplak yang semula Rp90 ribu per kilogram kini menyentuh angka Rp95 ribu per kilogram. Bawang merah juga mengalami kenaikan Rp5 ribu per kilogram.
Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, harga daging masih dalam tahap normal dan sesuai dengan acuan pemerintah.
"Untuk daging, ada kenaikan, tapi masih dalam batas wajar dan stoknya juga aman," kata Kombes Pol Derry.
Pantauan Harga Berlanjut, Satgas Pangan Pastikan Stabilitas Pasar
Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok di seluruh wilayah Lampung.
Data dari kabupaten/kota lain masih dalam proses pengumpulan untuk mendapatkan gambaran lebih luas terkait pergerakan harga.
“Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan harga tetap terkendali dan stok tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan harga menjelang Lebaran,” pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong yang dapat memicu kelangkaan barang serta kenaikan harga lebih tinggi. (*)