Hadapi Persebaya, Bhayangkara Tak Mau Terjebak Ball Possession
- Foto dokumentasi istimewa
Lampung – Bhayangkara Presisi Lampung FC bersiap menghadapi Persebaya Surabaya pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Pertandingan ini menjadi ujian pertama bagi skuad Bhayangkara di bawah arahan pelatih kepala Oscar Bruzón. Meski mengusung target tampil dominan, Oscar menegaskan timnya tidak akan menjadikan penguasaan bola sebagai satu-satunya ukuran permainan.
Menurut Oscar, sepak bola tidak hanya berbicara soal ball possession. Bhayangkara harus mampu membaca situasi pertandingan dan menyesuaikan permainan berdasarkan karakter lawan serta kondisi di lapangan.
"Sebagai pelatih, saya tidak hanya berbicara tentang penguasaan bola. Kalau hanya ingin mendominasi penguasaan bola, akan sangat mudah bagi lawan untuk menetralkan permainan kami," kata Oscar dalam konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (4/9/2026).
Pelatih asal Spanyol itu mengatakan Bhayangkara harus mampu bermain dalam berbagai situasi. Ada momen ketika tim harus mendominasi, tetapi ada pula saat pemain dituntut bertahan dan mengontrol perkembangan permainan lawan.
"Kami harus bagus dalam semua konteks pertandingan. Kami harus bagus dalam bertahan, mengontrol perkembangan lawan, dan terkadang memiliki kontrol lebih besar," ujarnya.
Oscar menyebut Persebaya bukan lawan yang mudah. Selain berstatus juara Piala Presiden, Persebaya juga memiliki pengalaman setelah mengakhiri musim lalu di posisi keempat.
Ia menilai Persebaya memiliki karakter permainan yang sudah matang, tidak selalu bergantung pada penguasaan bola, tetapi mampu menciptakan peluang melalui serangan langsung dan situasi bola mati.
"Persebaya adalah tim yang sangat fisik dengan etos kerja yang tinggi. Mereka tahu betul bagaimana cara bermain," kata Oscar.
Meski demikian, kualitas lawan justru dianggap Oscar sebagai keuntungan bagi Bhayangkara. Menghadapi tim kuat sejak pertandingan pertama dinilai dapat mempercepat proses adaptasi skuad yang mengalami banyak perubahan pada musim ini.
Bhayangkara mendatangkan sejumlah pemain baru sekaligus memperkenalkan pelatih dan filosofi permainan anyar. Oscar menyebut proses pramusim selama sekitar enam pekan berjalan positif.
"Kami memiliki banyak pemain baru, pelatih baru, ide baru, filosofi baru, dan banyak proses baru. Sekarang kami melihat apakah besok kami sudah mencapai tingkat kematangan untuk bersaing dengan klub-klub terbaik di Indonesia," ujarnya.