Bhayangkara Lampung FC Ubah Target di Musim Depan: Lima Besar Tak Lagi Cukup

Launching pemain dan jersey Bhayangkara Presisi Lampung FC
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

LampungBhayangkara Presisi Lampung FC memasuki musim baru dengan ambisi yang tak lagi malu-malu. Setelah finis di peringkat kelima musim lalu, klub yang kini membawa nama Lampung itu membidik posisi tiga besar pada kompetisi Liga 1 Indonesia 2026/2027.

img_title Bukan Cuma Masker, Pemkot Bandar Lampung Ingatkan Warga Jaga Makanan dari Abu Vulkanik

 

Target tersebut disampaikan dalam peluncuran skuad dan tiga jersey baru Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu, 29 Agustus 2026. Sebanyak 32 pemain diperkenalkan untuk mengarungi musim baru di bawah asuhan pelatih kepala Oscar Bruzcon.

img_title 2.681 Nomor Dipertandingkan, Lampung Fun Swimming Festival Jaring Bibit Atlet Sejak Dini

 

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kehadiran Bhayangkara selama setahun terakhir telah mengubah cara masyarakat Lampung memandang klub tersebut. Menurut dia, Bhayangkara tidak lagi hanya melekat dengan institusi kepolisian.

img_title Hadapi Persebaya, Bhayangkara Tak Mau Terjebak Ball Possession

 

"Bhayan­gkara FC hari ini bukan tim polisi lagi, mohon maaf, tapi ini sekarang sudah menjadi milik masyarakat Lampung," kata Mirzani.

 

Pernyataan itu menjadi penanda bahwa Bhayangkara kini tengah membangun identitas baru: klub yang tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga merepresentasikan Lampung di panggung sepak bola nasional.

 

Mirzani mengatakan masyarakat Lampung layak mengapresiasi keberadaan Bhayangkara. Ia pun berharap dukungan publik dapat mengantar klub tersebut melampaui pencapaian musim sebelumnya.

 

"Kalau musim kemarin sudah mendapatkan prestasi lumayan di nomor lima, insyaallah bersama doa masyarakat Lampung, Bhayangkara FC masuk menjadi top tiga besar," ujarnya.

 

 

Dari 11 kemenangan di kandang menuju target tiga besar

CEO Bhayangkara Presisi Lampung FC Irjen Pol Adi Wibowo mengatakan target tersebut memiliki pijakan dari performa musim sebelumnya.

 

Bhayangkara memenangkan 16 dari 34 pertandingan. Di kandang, catatannya bahkan lebih kuat. Dari 17 pertandingan di Stadion Sumpah Pemuda, Bhayangkara mengantongi 11 kemenangan.

 

Catatan itu mengantarkan Bhayangkara finis di peringkat kelima.

 

Musim ini, manajemen mencoba menaikkan standar. Skuad dibangun dengan menggabungkan pemain berpengalaman, wajah-wajah baru, dan talenta muda. Komposisi tersebut diharapkan membuat persaingan di dalam tim semakin kompetitif sekaligus memperkuat kedalaman skuad.

 

"Kami yakin, kami percaya, dengan formasi kekuatan yang dimiliki, talenta-talenta muda yang memiliki skill sangat luar biasa yang masih juga dimentori oleh pemain-pemain senior," kata Adi.

Halaman Selanjutnya
img_title