Itera Uji Transportasi Massal Berbasis IoT lewat BRT Trans Lampung
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Institut Teknologi Sumatera (Itera) meluncurkan koridor perdana Bus Rapid Transit (BRT) Trans Lampung yang menghubungkan kawasan Tol Kota Baru hingga Mal Boemi Kedaton.
Moda ini tak sekadar mengangkut penumpang, tetapi juga diproyeksikan sebagai ruang uji teknologi transportasi berbasis kecerdasan buatan.
Suasana di dalam Bus Rapid Transit (BRT) Trans Lampung
- Foto Dokumentasi Riduan
Peluncuran BRT Trans Lampung menandai langkah awal pengembangan transportasi massal terintegrasi di Provinsi Lampung.
Koridor pertama ini melintasi sejumlah titik strategis, mulai dari kampus Itera, Polda Lampung, hingga kawasan pusat perbelanjaan dan ruang publik di Bandar Lampung.
Layanan ini beroperasi setiap hari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB dengan tarif Rp5.000 per perjalanan. Adapun waktu tempuh satu rute diperkirakan sekitar 60 menit.
Rektor Itera, I Nyoman Pugeg Aryantha, mengatakan program ini merupakan realisasi dari rencana yang telah lama digagas bersama pemerintah pusat dan daerah.
Peluncuran Bus Rapid Transit (BRT) Trans Lampung
- Foto Dokumentasi Riduan
Menurut dia, armada BRT sejatinya telah tersedia sejak beberapa waktu lalu, namun baru dapat dioperasikan setelah berbagai kendala teknis terselesaikan.
“Hari ini kami bersama kementerian, pemerintah provinsi, dan dinas terkait meluncurkan BRT. Ini adalah harapan yang sudah lama, dan kini bisa diwujudkan,” kata Nyoman.
Ia menekankan, BRT tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, melainkan juga sebagai wahana pembelajaran dan riset bagi mahasiswa.
Itera akan memanfaatkan sistem berbasis teknologi informasi, Internet of Things (IoT), hingga kecerdasan buatan untuk mengelola operasional layanan.
“Ini menjadi ajang pembelajaran transportasi massal, termasuk pengembangan sistem manajemen berbasis IT, IoT, hingga optimalisasi artificial intelligence,” ujarnya.
Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. BRT Trans Lampung menggunakan bahan bakar biodiesel sebagai upaya mendukung energi yang lebih ramah lingkungan.
Trayek Bus Rapid Transit (BRT) Trans Lampung
- Foto Dokumentasi Riduan
Nyoman menambahkan, layanan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas civitas akademika Itera sekaligus masyarakat umum.
Ia berharap kehadiran BRT dapat menjadi alternatif transportasi yang terjangkau dan efisien.
“Ke depan, rute ini akan terus dikembangkan agar menjangkau lebih banyak wilayah,” kata dia. (*)