12 Tahun Berdiri, ITERA Kini Punya 23 Ribu Mahasiswa dan Target Baru
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memasuki usia ke-12 dengan perubahan besar dibandingkan saat pertama berdiri. Dari kampus yang pada awalnya hanya memiliki 13 dosen, kini ITERA berkembang menjadi perguruan tinggi dengan sekitar 23 ribu mahasiswa dan 770 dosen.
Perkembangan itu sekaligus membawa tantangan baru bagi ITERA. Kampus di Lampung Selatan tersebut kini membidik perubahan status menjadi badan layanan umum (BLU) agar memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam mengelola dan mengembangkan kampus.
Rektor ITERA Prof. Elfahmi mengatakan pertumbuhan jumlah mahasiswa dan aktivitas akademik membuat kapasitas kelembagaan kampus perlu disesuaikan. Ia mengibaratkan perkembangan ITERA seperti tubuh yang semakin besar, tetapi masih mengenakan pakaian lama.
“Baju ITERA semakin sempit karena badannya semakin melebar. Kalau tidak kita besarkan bajunya, bajunya akan robek,” kata Elfahmi dalam peringatan Dies Natalis ke-12 ITERA di Aula Gedung Kuliah Umum ITERA, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut dia, pengajuan perubahan status dari satuan kerja menjadi BLU tengah diproses melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Elfahmi berharap proses tersebut dapat segera terealisasi sehingga ITERA dapat bergerak lebih cepat mengikuti perkembangan kampus.
Selain perubahan status, ITERA juga mengajukan organisasi dan tata kerja baru kepada kementerian. Penguatan kelembagaan tersebut dinilai diperlukan seiring dengan bertambahnya mahasiswa, dosen, program studi, serta kegiatan penelitian dan inovasi.
Pertumbuhan ITERA dalam 12 tahun terakhir memang cukup signifikan. Pada masa awal berdiri, kampus tersebut hanya memiliki 13 dosen dan kegiatan perkuliahan mahasiswa sempat berlangsung di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai kampus pembina.
Kini ITERA memiliki 41 program studi dan telah meluluskan hampir 15 ribu mahasiswa. Jumlah mahasiswa aktifnya mencapai sekitar 23 ribu orang.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ITERA memiliki peluang untuk mengejar reputasi yang lebih tinggi meski masih tergolong sebagai perguruan tinggi muda.
“Dua belas tahun dalam usia sebuah perguruan tinggi tentu masihlah sangat muda,” kata Brian dalam Dies Natalis ke-12 ITERA.
Brian berharap ketika memasuki usia 25 tahun, ITERA dapat menjadi salah satu institut teknologi terbaik di Asia Tenggara.