Saat Rektor Pamit, 1.288 Lulusan ITERA Mulai Babak Baru
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Sidang terbuka wisuda ke-24 Institut Teknologi Sumatera, Sabtu, menandai pelepasan 1.288 lulusan sarjana dan magister.
Di momen yang juga menjadi wisuda terakhir bagi Rektor Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, kampus ini menegaskan optimismenya terhadap peran lulusan menghadapi dunia yang kian kompleks.
Wisudawan Itera
- Foto Dokumentasi Riduan
Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, mengingatkan para wisudawan bahwa dunia di luar kampus tidak lagi berjalan linear. Disrupsi teknologi, arus globalisasi, hingga krisis multidimensi di sektor energi, pangan, dan lingkungan menjadi tantangan nyata yang menanti.
Namun, di tengah kompleksitas tersebut, Nyoman menyatakan keyakinannya. Lulusan ITERA, kata dia, telah dibekali tidak hanya pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan dan integritas yang cukup untuk beradaptasi dan berkontribusi.
“Saudara akan menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Tapi kami percaya, bekal yang diperoleh selama di ITERA akan menjadi modal untuk melewatinya,” kata Prof Nyoman dalam pidatonya, Sabtu (25/4/2026).
Sebanyak 1.288 lulusan diwisuda dalam kesempatan ini, terdiri atas 244 lulusan Fakultas Sains, 363 lulusan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, serta 681 lulusan Fakultas Teknologi Industri.
Sejak wisuda perdana pada 2016, ITERA telah meluluskan 13.290 sarjana dan magister di bidang sains dan teknologi.
Tiga nama tercatat sebagai wisudawan terbaik: Nanda Rahmah Putri dari Biologi, Dzakki Aleza dari Sains Atmosfer dan Keplanetan, serta Freddy Harahap dari Teknik Informatika.
Di balik seremoni wisuda, ITERA juga memamerkan capaian institusionalnya. Dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025, kampus ini menempati posisi keenam nasional.
Dalam pemeringkatan berbasis kinerja riset, ITERA juga masuk dalam jajaran perguruan tinggi dengan produksi paten terbanyak di Indonesia.
Tak hanya itu, indikator keberlanjutan kampus menunjukkan tren positif. ITERA berada di peringkat ke-12 nasional dalam UI GreenMetric, bahkan menempati posisi pertama untuk kategori infrastruktur dan ruang terbuka hijau.
Kampus ini juga mengelola kebun raya seluas 75 hektare yang dimanfaatkan untuk penelitian, konservasi, dan edukasi.
Rektor menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan melalui pembaruan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), dengan mengadopsi praktik dari berbagai institusi global.