PO Puspa Jaya Siap Hadapi Mudik Lebaran

PO Bus Puspa Jaya
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

Lampung – Perusahaan Otobus (PO) Puspa Jaya Lampung menyiagakan ratusan armada bus untuk melayani penumpang pada musim mudik Lebaran tahun ini. 

img_title Penumpang Perempuan asal Jabar Diduga Terjun ke Laut dari KMP Batumandi dekat Pulau Panjurit

Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi kemacetan penumpang, terutama di jalur-jalur strategi yang menghubungkan pelabuhan dengan terminal utama.

Pemilik PO Puspa Jaya, Ketut Pasek , mengatakan kesiapan operasional dan teknis telah disiapkan sejak 10 Maret bersama sejumlah perusahaan angkutan lain di Lampung. 

img_title Sembunyi di Paket Travel, KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan Senpi asal Jabung ke Cikarang

Persiapan tersebut difokuskan pada upaya menjaga kelancaran arus penumpang selama periode mudik.

Menurutnya, salah satu titik yang menjadi perhatian adalah jalur penghubung pelabuhan dan terminal utama yang kerap mengalami peningkatan mobilitas penumpang pada masa arus mudik Lebaran.

img_title Sengkarut Lahan Register 43 B Sidomulyo: Polda Panggil KPH Liwa, Dinas Kehutanan Turunkan Tim

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PO Puspa Jaya menyiapkan 40 unit bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan 40 unit bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). 

Selain itu, perusahaan juga menyiagakan 20 armada cadangan yang dapat langsung dioperasikan jika terjadi lonjakan penumpang secara mendadak.

“Dengan cadangan armada ini, kami berharap tidak terjadi stagnasi penumpang di lapangan,” ujar Ketut.

Ia juga memastikan seluruh armada yang akan beroperasi selama periode angkutan Lebaran telah melalui proses pemeriksaan keselamatan (ramp check) oleh instansi terkait.

"Ramp check sudah dilaksanakan sejak jauh-jauh hari oleh Kementerian Perhubungan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan Dinas Perhubungan. Dipastikan semua kendaraan yang beroperasi untuk angkutan Lebaran ini sudah melalui ramp check," tegasnya.

Terkait tarif tiket, Ketut menjelaskan bahwa penyesuaian harga tetap mengacu pada ketentuan pemerintah dengan batas toleransi kenaikan tertentu.

“Tarifnya hampir sama dengan setiap tahunnya. Kami hanya menerapkan toleransi kenaikan batas atas sekitar 20 persen dari tarif normal, dan itu berlaku untuk kelas non-ekonomi,” jelasnya.

Meski armada telah disiapkan secara maksimal, PO Puspa Jaya memperkirakan jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Ketut, penurunan diperkirakan sekitar 5 persen karena rentang waktu libur Lebaran tahun ini lebih panjang, sehingga jadwal keberangkatan pemudik menjadi lebih luas.

“Prediksi kami penumpang turun sekitar 5 persen karena cuti bersama dan libur sekolah cukup panjang. Jadi penumpang tidak menumpuk dalam satu hari,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title