Penumpang Kereta Api di Lampung Tembus 681 Ribu, Naik 16,66 Persen

Suasana di stasiun Kotabumi
Sumber :
  • Foto dokumentasi istimewa

LampungKereta api semakin ramai digunakan masyarakat Lampung. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang mencatat 681.352 pelanggan sepanjang Januari hingga Juni 2026.

img_title Jaga Konservasi, Komite Way Kambas Tetap Buka Ruang Bagi Warga

 

Jumlah itu naik 16,66 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika KAI Divre IV Tanjungkarang melayani 584.062 pelanggan.

img_title BCA Naikkan Status KCP Kemiling, Sasar Pertumbuhan Ekonomi Bandar Lampung

 

Kenaikan tersebut terjadi ketika kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau dan memiliki waktu tempuh relatif pasti terus meningkat. Kereta api menjadi salah satu pilihan untuk perjalanan antardaerah karena tidak bergantung pada kepadatan lalu lintas jalan raya.

img_title Lowongan KAI Diburu Ribuan Pelamar, Jalur Khusus Dipastikan Tak Ada

 

Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

 

“Peningkatan jumlah pelanggan pada Semester I 2026 menjadi indikator bahwa masyarakat semakin mempercayai layanan kereta api sebagai pilihan utama transportasi,” kata Zaki.

 

Pada Semester I 2026, KAI Divre IV Tanjungkarang melayani penumpang melalui KA Rajabasa relasi Tanjungkarang-Kertapati pulang pergi dan KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang-Baturaja pulang pergi.

 

Kedua kereta tersebut menjadi pilihan masyarakat, antara lain karena tarifnya tetap terjangkau serta jadwal perjalanan yang relatif lebih pasti dibandingkan perjalanan menggunakan kendaraan di jalan raya.

 

KAI kemudian meningkatkan layanan melalui pengoperasian New KA Rajabasa mulai 4 Juli 2026. Kereta tersebut menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Premium Modifikasi.

 

Perubahan sarana itu membawa sejumlah fasilitas baru bagi penumpang. Setiap pelanggan mendapatkan individual seat, reclining seat, pendingin udara sentral, stopkontak, serta susunan tempat duduk 2-2 yang dinilai lebih ergonomis.

 

Meski fasilitas ditingkatkan, KAI tetap mempertahankan tarif yang terjangkau karena layanan tersebut masuk dalam skema Public Service Obligation (PSO).

 

Selain kenyamanan, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian. KAI Divre IV Tanjungkarang menyatakan pemeriksaan dan perawatan sarana serta prasarana dilakukan secara berkala. Pengawasan perjalanan dan peningkatan kompetensi petugas juga dilakukan untuk menjaga keselamatan operasional.

 

Zaki mengatakan KAI akan melanjutkan pembenahan layanan seiring meningkatnya jumlah pelanggan.

 

“Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin nyaman menggunakan kereta api,” ujarnya.

 

Kenaikan jumlah pelanggan pada semester pertama tahun ini menjadi modal bagi KAI Divre IV Tanjungkarang untuk mempertahankan pertumbuhan penggunaan kereta api.

Halaman Selanjutnya
img_title