Wajah Baru di Kursi Wakapolresta Bandar Lampung
- Foto dokumentasi istimewa
Lampung – Koridor Mapolresta Bandar Lampung itu tak sekadar menjadi ruang seremonial, Kamis pagi, 19 Februari 2026.
Di tempat itulah tongkat estafet kepemimpinan tingkat kedua resmi berpindah.
AKBP Yonirizal Khova kini mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung.
Upacara pelantikan dipimpin Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay. Prosesi tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/143/I/KEP/2026 tertanggal 22 Januari 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.
Bagi Yonirizal, jabatan ini bukan sekadar promosi struktural. Ia datang dengan rekam jejak sebagai Kepala Subbidang Pengamanan Internal (Kasubbidpaminal) Bidang Propam Polda Lampung—posisi yang menuntut ketelitian dalam pengawasan dan pembinaan disiplin personel.
Pengalaman itu kini dibawa ke wilayah hukum Polresta Bandar Lampung yang memiliki dinamika perkotaan cukup kompleks.
Dalam amanatnya, Alfret menyebut mutasi jabatan sebagai keniscayaan dalam organisasi yang terus bergerak. Rotasi, kata dia, adalah bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran institusi.
“Saya mengucapkan selamat datang kepada Wakapolresta Bandar Lampung. Saya percaya pengalaman saudara di tempat tugas sebelumnya akan mampu membawa perubahan yang lebih baik lagi, khususnya dalam kegiatan pengawasan dan pembinaan personel,” ujar Alfret.
Penekanan pada pengawasan bukan tanpa alasan. Di tengah tuntutan profesionalisme dan sorotan publik terhadap kinerja aparat, pembinaan internal menjadi fondasi utama.
Kepemimpinan Wakapolresta berperan strategis menjaga soliditas sekaligus memastikan roda organisasi berjalan sesuai koridor.
Pergantian jabatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Kapolresta menaruh harapan agar soliditas internal kian kuat dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Tujuan akhirnya tetap sama: menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandar Lampung tetap aman dan kondusif.
Kini, di balik prosesi yang berlangsung khidmat itu, tersimpan pekerjaan rumah yang tak ringan.
Kursi Wakapolresta bukan hanya simbol jabatan, melainkan ruang tanggung jawab—mengawal disiplin, memperkuat koordinasi, dan memastikan institusi tetap tegak dalam kepercayaan publik. (*)