Anak Tunadaksa di Bawah Kostum Badut, Kini Diantar ke Pelukan Dinsos Bandar Lampung

Ipda Jauhari
Sumber :
  • Foto Dokumentasi Riduan

Lampung

img_title Siswa SMAN 1 Way Kunang Ditembak Begal Saat Berangkat Sekolah, Usus dan Ginjal Rusak

 

Anak tersebut, berusia 11 tahun, terlihat mengenakan kostum badut dan berdiri di pintu keluar SPBU Sultan Agung. Ia tidak sendiri—di sampingnya ada saudara laki-laki berusia sekitar 20 tahun yang mendampinginya.

img_title Tak Tahu Kernet Tidur di Kolong, Supir Jalankan Truk Hingga Tewaskan Rekan Sendiri

 

“Saat kami tanya, anak ini bersama kakaknya. Setelah kami periksa, dia adalah anak berkebutuhan khusus. Tangan dan kaki sebelah kanannya tidak berfungsi normal,” ujar Ketua Tim Tipiring Ditsamapta Polda Lampung, Ipda Jauhari.

img_title Tiga Siswa SD Fransiskus 2 Pahoman Bawa Pulang Juara 1 Dancow Indonesia Cerdas

 

Menyadari kondisi anak dan risiko eksploitasi jalanan, tim langsung membawa keduanya ke Dinas Sosial Kota Bandar Lampung. Tindakan ini dilakukan bukan sebagai penindakan hukum, melainkan langkah penyelamatan dan perlindungan.

 

“Penyerahan kepada Dinas Sosial bertujuan agar anak mendapatkan perhatian dan perlindungan khusus dari pemerintah. Kami juga langsung koordinasi untuk mencegah potensi perdagangan manusia,” jelas Jauhari.

 

Saat ini, pihak Dinas Sosial tengah menunggu orangtua anak tersebut untuk memastikan penanganan selanjutnya berlangsung tepat dan terarah.

 

Pengamanan ini tidak berhenti pada pemindahan anak dari jalanan. Pemerintah daerah bersama kepolisian juga menyiapkan solusi jangka panjang agar anak tersebut tidak kembali ke jalan untuk mengemis.

 

Dinas Sosial menyarankan orangtua anak mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan. Langkah ini diperlukan agar keluarga bisa mengakses bantuan modal usaha.

 

“Orangtua anak bekerja sebagai penjual siomay keliling. Dengan bantuan modal usaha, diharapkan mereka bisa mandiri dan anak-anak tidak harus turun ke jalan lagi,” tambah Jauhari.

 

Selain bantuan ekonomi, pendidikan juga menjadi fokus utama. Anak perempuan tersebut akan didaftarkan ke Sekolah Rakyat agar tetap memperoleh pendidikan dan lebih mudah diawasi.

 

Polisi juga menelusuri tempat tinggal keluarga dan menemukan mereka tinggal sementara di mess Dinas Pemuda dan Olahraga di Komplek PKOR Way Halim. (*)