Anak SD di Bandar Lampung Tidur Siang di Sekolah, Pulang Sore dengan Target Hafal 5 Juz
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Ketika sebagian anak sekolah dasar mulai bersiap pulang pada siang hari, siswa Kelas Takhasus di SDIT Pelita Khoirul Ummah justru memasuki waktu istirahat. Meja dan kursi disingkirkan ke sisi ruangan. Lampu dipadamkan. Murotal Al-Qur’an diperdengarkan.
Para siswa melaksanakan tidur siang. Sekolah mewajibkannya sebelum siswa kembali mengikuti pembelajaran hingga sore.
Program tersebut belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, bagi SDIT Pelita Khoirul Ummah, yang berlokasi di Jalan Purnawirawan Raya Nomor 41, Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, pola belajar seperti itu bukan sesuatu yang baru.
Direktur Pendidikan Dasar SDIT Pelita Khoirul Ummah, Ahmad Zaini Aziz
- Foto Dokumentasi Riduan
Direktur Pendidikan Dasar SDIT Pelita Khoirul Ummah, Ahmad Zaini Aziz, mengatakan kelas tahosus tersedia untuk siswa kelas 1 hingga kelas 6 SD. Kelas ini dirancang bagi siswa dan orang tua yang bersedia mengikuti pembelajaran Al-Qur’an secara lebih intensif.
"Yang diunggulkan di kelas tahosus ini adalah pembelajaran Al-Qur’annya dan tentu dengan muatan-muatan akhlaknya," kata Ahmad.
Berbeda dengan kelas reguler, siswa tahosus memiliki target hafalan Al-Qur’an yang lebih tinggi. Siswa reguler ditargetkan menghafal tiga juz hingga lulus, sedangkan siswa tahosus ditargetkan mencapai lima juz.
Siswa masuk sekitar pukul 07.10 WIB. Kelas reguler tingkat bawah biasanya pulang pukul 14.00 WIB dan tingkat atas sekitar pukul 15.00 WIB. Adapun siswa tahosus baru meninggalkan sekolah sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIB.
Di antara aktivitas belajar itu terdapat satu rutinitas yang mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang: tidur siang.
Sekitar pukul 11.45 WIB, siswa mulai memasuki waktu istirahat, makan, dan salat. Setelah itu, ruangan disiapkan untuk tidur.
Durasi tidur efektif sekitar 30 menit. Namun, sekolah menyediakan waktu lebih panjang untuk memindahkan meja-kursi, menyiapkan siswa, hingga membangunkan mereka kembali.
Setelah bangun, siswa bersiap mengikuti pembelajaran berikutnya. Al-Qur’an dan kitab menjadi bagian dari materi yang diberikan hingga sore.
Menurut Ahmad, tidur siang menjadi bagian dari desain pembelajaran, bukan sekadar jeda dari aktivitas sekolah.
Sekolah mematikan lampu, membuat ruangan senyaman mungkin dan memutar murotal. Meja dan kursi dipindahkan sehingga ruang kelas dapat digunakan untuk beristirahat.