Panen Kedelai Garuda Merah Putih di Lampung
- Foto Dokumentasi Riduan
Lampung – Di lahan seluas 30 hektare di Pemukiman TNI AL (Kimal) Lampung Utara, Rabu (29/10), kedelai varietas Garuda Merah Putih yang ditanam sejak tiga bulan lalu akhirnya dipanen.
Kedelai jenis ini dikembangkan di enam sektor lahan dan dikenal tahan cuaca panas serta cepat panen , hanya 90 hari setelah tanam.
Hasilnya cukup menjanjikan dan dinilai bisa menjadi alternatif strategi komoditas di tengah tingginya impor kedelai nasional.
Panen tersebut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kasal Laksamana TNI Dr.
Sjafrie menyebut langkah TNI AL ini bagian dari program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, upaya TNI di sektor pangan penting untuk memperkuat cadangan dalam negeri.
“Ketahanan pangan sekarang bagian dari strategi pertahanan. Semua elemen, termasuk TNI, harus terlibat,” kata Sjafrie.
Menhan juga menyampaikan, TNI AL menargetkan swasembada kedelai dalam tiga tahun ke depan. Programnya mencakup penyediaan bibit unggul, penggunaan pupuk organik, dan pendampingan petani di sekitar wilayah binaan TNI AL.
Selain panen, kegiatan di Lampung Utara juga diisi dengan pembagian program Makan Bergizi Gratis ( MBG ).
Ada pula pameran produk UMKM berbasis kedelai, mulai dari makanan tempe hingga minuman kedelai lokal.
Langkah TNI AL ini sejalan dengan kebijakan pemerintah memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan milik TNI agar lebih produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat yarakat sekitar. (*)